MENYIKAPI MADZHAB FIKIH

•Mei 15, 2008 • & Komentar
Dewasa ini kaum muslimin mengenal empat madzhab fikih yaitu madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali, empat madzhab ini pada hari ini dianut oleh mayoritas kaum muslimin di dunia, empat madzhab ini memiliki kitab-kitab induk yang menjadi rujukan dan pegangan dalam bermadzhab, empat madzhab ini memiliki ulama-ulama yang berkhidmat mendekatkan dan menjelaskan madzhab kepada masyarakat dan empat madzhab ini memiliki pengikut-pengikut dari kalangan kaum muslimin.

 

 

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

Alasan Ulama Meriwayatkan Hadits Dhaif/Maudhu’

•Agustus 29, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Biografi SYAIKH ABDUL QADIR AL-ARNA`UTH

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

 

 

 

Syaikh -rahimahullah- dilahirkan di Frila, propinsi Kosovo di kawasan Balkan (saat ini Kosovo, yang dihuni etnis Albania dan tengah berupaya memisahkan diri dari republik Serbia-red), pada tahun 1347, kemudian hijrah bersama ayahandanya ke Damaskus saat masih berusia 3 tahun. Hijrah tersebut bagi kaum Muslimin di sana merupakan upaya menyelamatkan diri dari penindasan kaum atheis komunis. Di Damaskus, ia mendapatkan suasana yang kondusif dan tinggal di sana melewati hari-hari yang diberkahi. Namun demikian, beliau pun terus menjaga hubungan dakwahnya dengan negeri asalnya.  Lanjutkan membaca ‘Biografi SYAIKH ABDUL QADIR AL-ARNA`UTH’

Biografi Syaikh Abu Abdillah, Abdurahman bin Nashir as-Sa’di (Ulama Dari ‘Unaizah, Qashim)

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

 

Beliau bernama Asy-Syaikh Abu Abdillah Abdurrahman bin Nashir bin Abdillah Nasir As-Sa’di, berasal dari Bani Tamim. Dilahirkan di kota Unaizah pada tanggal 12 Muharam 1307 H (1886 M). Ibunya meninggal ketika beliau berumur 4 tahun yang disusul ayahnya tiga tahun kemudian. Lanjutkan membaca ‘Biografi Syaikh Abu Abdillah, Abdurahman bin Nashir as-Sa’di (Ulama Dari ‘Unaizah, Qashim)’

Biografi Imam Al-Qurthubi (Ulama Besar dari Spanyol)

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

 

 

 

Nama dan asal beliau

Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakr bin Farh al-Anshari al-Khazraji al-Andalusi al-Qurthubi, seorang ahli tafsir dari Cordova (sekarang bernama Spanyol). Ia berkelana ke negeri timur dan menetap di kediaman Abu Khusaib (di selatan Asyut, Mesir). Dia salah seorang hamba Allah yang shalih dan ulama yang arif, wara’ dan zuhud di dunia, yang sibuk dirinya dengan urusan akhirat. Waktunya dihabiskan untuk memberikan bimbingan, beribadah dan menulis. Lanjutkan membaca ‘Biografi Imam Al-Qurthubi (Ulama Besar dari Spanyol)’

Bid’ahkah Menghadapkan Orang yang Sakaratul-Maut ke Arah Kiblat ?

•November 9, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

Al-Imam Al-Muhaddits Muhammad Naashiruddin Al-Albaniy rahimahullah berkata dalam kitabnya yang masyhur : Ahkaamul-Janaaiz wa Bida’uhaa hal. 307 (Maktabah Al-Ma’aarif, Cet. 1/1412 H) saat menjelaskan macam-macam bid’ah seputar pengurusan jenazah : Lanjutkan membaca ‘Bid’ahkah Menghadapkan Orang yang Sakaratul-Maut ke Arah Kiblat ?’

HUKUM SEPUTAR ABORSI

•November 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

Segala puji bagi Allah,kita memujiNYA,memohon ampun dan berlindung kepadaNYA dari keburukan-keburukan diri kita,dan kejelekan perbuatan kita.Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah,maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkan dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah,maka tidak ada seorangpun yang dapat memberinya petunjuk.

Aku bersaksi,tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNYA.

Ya Allah,ajarilah kami apa yang bermanfaat bagi kami,dan berilah kami manfaat atas apa yang Engkau ajarkan pada kami,dan tambahkanlah ilmu kepada kami.

Ya Allah,tunjukilah kebenaran kepada kami atas apa-apa yang diperselisihkan,sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.Wa ba’du,

Sebab dipilihnya tema ini adalah dua hal :

Pertama : Banyaknya pertanyaan masyarakat mengenai hukumnya.

Kedua : Kemajuan ilmu kedokteran,sehingga dengan kemajuan tersebut praktek aborsi dapat dengan mudah dilakukan.Seorang suami cukup dengan sekedar membawa istrinya atau bahkan seorang istri dapat pergi sendiri ke dokter laki-laki ataupun perempuan dan dalam waktu sekejap apa yang ada dalam kandungannya dengan mudah digugurkan.

Lanjutkan membaca ‘HUKUM SEPUTAR ABORSI’

‘Aqidah Ahlus-Sunnah : Kaum Mukminin Kelak Akan Melihat Allah di Hari Kiamat/Akhirat (Ru’yatullah)

•November 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

AKIDAH IMAM MALIK -rohimahulloh-

•November 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

 

Imam Malik pernah ditanya tentang ilmu kalam dan tauhid, maka beliau menjawab: “Mustahil orang berprasangka kepada Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bahwa beliau telah mengajarkan umatnya cara istinja’, tapi tidak mengajarkan tauhid. Dan tauhid adalah apa yang disabdakan Nabi -shollallohu alaihi wasallam-: “Aku telah diperintah untuk memerangi segenap manusia, hingga mereka mengatakan ‘laa ilaaha illallooh’, maka apa yang karenanya darah dan harta menjadi terlindungi, itulah hakekat tauhid. (Dzammul Kalam, lembaran no: 210)

Walid bin Muslim mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Imam Malik, Ats-Tsauri, Al-Auza’i, dan al-Laits bin Sa’d, tentang Nash-nash yang menerangkan sifat-sifat Alloh. Maka mereka semua mengatakan: “Perlakukanlah Nash-nash itu dengan apa adanya!”. (ash-Shifat lid Daruquthni, hal:75. Asy-Syari’ah lil Ajurri, hal:314. Al-I’tiqod lil baihaqi, hal:118. At-Tamhid libni Abdil barr, 7/149)

Lanjutkan membaca ‘AKIDAH IMAM MALIK -rohimahulloh-’

Ciri – Ciri Khusus Bagi Surat – Surat Makkiyah

•Oktober 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Para ulama telah menganalisa surat – surat Makkiyah dan surat – surat Madaniyyah dalam Alqur’an. Merekapun berkesimpulan bahwa masing mempunyai ciri – ciri khusus dalam gaya bahasa dan pembahasan. Para ulamapun mengeluarkan beberapa kaidah dan ketentuan dalam hal ini.

Lanjutkan membaca ‘Ciri – Ciri Khusus Bagi Surat – Surat Makkiyah’

Sebab Utama Tertolaknya Hadits

•Oktober 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

 

 

 

Para ulama telah membagi hadits – hadits yang tertolak kepada banyak macam. Sebagian besar mereka beri nama khusus untuk hadits tersebut, dan sebagian lain dimasukkan kedalam nama umum bagi hadits yang tertolak yaitu hadits dhaif.
Penyebab tertolaknya suatu hadits banyak sekali, tetapi secara umum semuanya kembali kepada dua sebab utama, yaitu :

Lanjutkan membaca ‘Sebab Utama Tertolaknya Hadits’

BEKERJA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DIRI DAN KELUARGANYA

•Oktober 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ahmad bercita-cita menjadi pedagang. Ketika saya ceritakan kepada teman-teman, mereka banyak yang menyayangkan mengapa ia tidak bercita-cita untuk menjadi ulama? Mengapa saya tidak mengarahkannya agar mengubah cita-citanya untuk menjadi ulama? Pertama, mungkin orangtua Ahmad telah mengarahkan anaknya agar ketika besar memilih menjadi pedagang. Sehingga saya merasa tidak berhak mengarahkan untuk bercita-cita kepada yang lain selama cita-citanya bukan maksiat.

Lanjutkan membaca ‘BEKERJA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DIRI DAN KELUARGANYA’

AKIDAH IMAM ABU HANIFAH -rohimahulloh-

•Oktober 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

AKIDAH IMAM ABU HANIFAH -rohimahulloh-.

قال الإمام أبو حنيفة: لا يوصف الله تعالى بصفات المخلوقين، وغضبه ورضاه صفتان من صفاته بلا كيف، وهو قول أهل السنة والجماعة، وهو يغضب ويرضى ولا يقال: غضبه عقوبته، ورضاه ثوابه. ونصفه كما وصف نفسه أحد صمد لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفواً أحد، حي قادر سميع بصير عالم، يد الله فوق أيديهم، ليست كأيدي خلقه، ووجهه ليس كوجوه خلقه

Imam Abu Hanifah mengatakan: “Alloh ta’ala tidak boleh disifati dengan sifatnya para makhluk, sifat marah dan ridho adalah dua sifat dari banyak sifat-Nya dengan tanpa mempertanyakan bagaiamana wujudnya. Ini adalah perkataan Ahlussunnah waljama’ah, Dia itu bisa marah dan Dia juga bisa ridho. Tidak boleh dikatakan: bahwa marah-Nya adalah siksaan-Nya, dan ridho-Nya adalah pahala-Nya. Kita menyifati-Nya sebagaimana Dia menyifati diri-Nya, yang esa, yang semua membutuhkan-Nya, tidak melahirkan, tidak dilahirkan, dan tidak ada yang menyamai-Nya. Dia lah yang maha hidup, maha berkuasa, maha melihat, dan maha mengetahui. Tangan Alloh berada di atas tangan makhluk-Nya, tidak seperti tangan makhluk-Nya, dan wajah-Nya juga tidak seperti wajah-wajah makhluk-Nya”. (Al-Fikhul Absath, hal: 56) Lanjutkan membaca ‘AKIDAH IMAM ABU HANIFAH -rohimahulloh-’

NIFAS

•Oktober 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nifas adalah darah yang keluar dari rahim karena melahirkan. Baik darah itu keluar bersamaan ketika proses melahirkan, sesudah atau sebelum melahirkan, yang disertai dengan dirasakannya tanda-tanda akan melahirkan, seperti rasa sakit, dll. Rasa sakit yang dimaksud adalah rasa sakit yang kemudian diikuti dengan kelahiran. Jika darah yang keluar tidak disertai rasa sakit, atau disertai rasa sakit tapi tidak diikuti dengan proses kelahiran bayi, maka itu bukan darah nifas.

Selain itu, darah yang keluar dari rahim baru disebut dengan nifas jika wanita tersebut melahirkan bayi yang sudah berbentuk manusia. Jika seorang wanita mengalami keguguran dan ketika dikeluarkan janinnya belum berwujud manusia, maka darah yang keluar itu bukan darah nifas. Darah tersebut dihukumi sebagai darah penyakit (istihadhah) yang tidak menghalangi dari shalat, puasa dan ibadah lainnya.

Lanjutkan membaca ‘NIFAS’

Pengajian Sembunyi-Sembunyi

•Oktober 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Jika engkau melihat ada sekelompok orang yang berbisik-bisik membicarakan masalah agama tanpa ingin diketahui orang lain maka ketahuilah bahwa mereka itu di atas landasan kesesatan” (Riwayat Darimi no 307).

Sungguh tepat apa yang diungkapkan oleh seorang ulama sekaligus umara (penguasa) ini. Kita jumpai di sekeliling kita bahwa orang-orang yang menyebarkan pemahaman yang menyimpang biasanya memilih metode dakwah secara sembunyi-sembunyi supaya bisa berhasil menyerat mangsa yang biasanya adalah orang-orang yang memiliki latar belakang pengetahuan agama yang pas-pasan.
Untuk ‘ngaji’ ada yang harus ditutup matanya terlebih dahulu. Ada juga yang bergerilya dari satu kamar kos ke kamar kos yang lain. Anehnya ketika ‘ngaji’ pintu kamar kos harus ditutup rapat-rapat bahkan jika perlu semua alas kaki harus dimasukkan demi alasan ‘keamanan’. Ada juga yang merahasiakan siapa sebenarnya ketua ‘pengajian’ mereka. Belum tiba saatnya, demikian alasan yang diajukan. Umumnya ‘pengajian’ semisal itu tidak berani diadakan secara terbuka di masjid umum. Ujung-ujungnya ‘anak-anak ngaji’ tersebut didoktrin dengan berbagai pemahaman yang menyimpang.

Lanjutkan membaca ‘Pengajian Sembunyi-Sembunyi’