Hukum Parfum Alkohol Dalam Islam


 

Syaikh bin Baz mengatakan :

Hukum asal penggunaan parfum dan wewangian yang biasanya dipakai oleh orang-orang adalah halal kecuali parfum yang memang sudah diketahui bahwa ia mengandung sesuatu yang mencegah penggunaannya dikarenakan kondisinya memabukkan, memabukkan bilamana sudah banyak, terdapat Janis atau semisalnya.

Sebab bila tidak demikian, pada dasarnya parfum-parfum yang banyak dipakai oleh orang-orang seperti kayu cendana, ‘anbar, kasturi dan lain-lain adalah halal.

Bila seseorang mengetahui bahwa ada parfum yang mengandung bahan yang memabukkan atau bernajis sehingga mencegah penggunaannya, maka hendaknya dia meninggalkan hal itu, di antaranya adalah jenis Eau De Cologne sebab berdasarkan kesaksian para dokter telah terbukti ia tidak luput dari komposisi bahan yang memabukkan. Di dalam komposisinya terdapat banyak sekali bahan dari spritus yang memabukkan.

Maka, adalah wajib meninggalkannya kecuali seseorang mendapatkan ada jenis lain yang terhindar dari itu.

Sebenarnya, parfum-parfum yang telah dihalalkan oleh Allah sudah lebih dari cukup, alhamdulillah. Demikian pula bahwa minuman atau makanan yang dapat meyebabkan mabuk, wajib ditinggalkan.

Dalam hal ini, kaedah yang berlaku adalah ‘Sesuatu yang menyebabkan mabuk adalah haram, baik ia banyak ataupun sedikit” Juga sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “Sesuatu yang (dalam jumlah) banyak dapat memabukkan, maka (dalam jumlah) sedikitnya pun haram hukumnya” [ Sunan An-Nasa'i, kitab Al-Asyribah 5607, Sunan Ibnu Majah, kitab Al-Asribah 3394]

Syaikh Al Albani mengatakan :

Parfum beralkohol yang berbentuk minyak dengan kadar alkohol rendah bukanlah najis, tetapi bisa menjadi haram. Hukumnya menjadi haram jika kadar alkohol pada minyak wangi ini tinggi sehingga bisa memabukkan. Dan jika hukumnya menjadi haram, maka meproduksi dan menjual belikannya pun ikut haram, sebagaimana dalam hadits-hadits shahih.

Untuk parfum yang masuk kategori haram tidak boleh dipakai dan diperjual-belikan. Karena secara umum terkena larangan berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala “Dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan” [Al-Ma'idah : 2]

Dan juga sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Allah melaknat sepuluh (orang) dalam perkara khamar : Yang minum, yang menuangkan, yang minta dituangkan, yang membawa, yang minta dibawakan, penjualnya, pembelinya …. dst”

Oleh karena itu kami nasihatkan untuk menjauhi perdagangan minyak wangi beralkohol, terutama jika kadarnya mencapai 60%, 70% dan seterusnya. Sebab besar kemungkinan akan berubah menjadi minuman yang memabukkan.

Di dalam syari’at terdapat kaidah yang disebut “saddu dzaraai” (menutup sarana-sarana yang menuju perbuatan haram). Dan pengharaman khamar walaupun dalam jumlah yang sedikit termasuk dalam kaidah tersebut.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa yang dalam jumlah banyak dapat memabukkan, maka sedikitnya pun haram”.

Ringkasnya, tidak boleh menjual minyak wangi yang kadar alkoholnya tinggi.

Sumber :

Majmu’at Fatawa Al-Madinah Al-Munawarah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Syaikh Nashiruddin Al-Albani, Penerbit Media Hidayah

Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 168 Darul Haq

About these ads

28 Komentar to “Hukum Parfum Alkohol Dalam Islam”

  1. Apakah parfum dapat memabukkan jika terkena kulit saja dan tidak diminum?
    Siapa juga yang mau minum parfum?

    Abu Al Maira :
    Coba dibaca pelan2 postingannya… Nanti anda ngerti koq maksudnya…

  2. terimakasih ya postingnya
    tapi maksudnya klo parfum yang kadar alkoholnya masi dibawah 60% tdk termasuk najis kan?
    soalnya hampir tidak kita temui sekarang deodoran yang tidak mengandung alkohol…ada yang tdk berakohol tapi sepertinya sangat sedikit.
    apakah masi bisa memakai prfum tsb untuk solat?
    soalnya kan bukan najis!

    Abu Al Maira :

    Ya seperti yang anda baca di atas, selama kadar alkoholnya tidak memabukkan [membuat pusing, dll], maka sah2 saja.

    Walaupun, ada pendapat lain yang melarang secara mutlak penggunaan parfume yang mengandung alkohol.

    Dan yang perlu diperhatikan, bahwa alkohol tidaklah najis.

    Yang lebih penting lagi bagi kaum wanita, hendaknya parfume yang digunakan tidak seperti parfume2 pada umumnya yang ada sekarang, dimana wanginya cukup kuat dan menarik perhatian. Dan ada ancaman terhadap bagi para wanita yang sengaja menggunakan wangi2an seperti itu. Hendaknya parfume yang digunakan hanya sebatas untuk menghilangkan bau tak sedap [bau badan], bukan untuk pamer wewangian atau mengumbar wewangian itu sendiri.

  3. Sekarang kan banyak teu parfum2 yang dijual per milinya, dan rata2 aroma dari jenis2 parfum itu benar2 menyerupai aslinya. Parfum jnis ini bnyak dikembangkan para pengusaha parfum, apakah parfum jenis ini, benar2 merupakan essence daripada parfum aslinya? bagaimana bisa mnyerupai aroma aslinya?Dan apabila kita membelinya ada 2 pilihan yang kita punya, membeli essence saja atau mencampurkannya dng sedikit alkohol.

  4. Assalamu’alaikum,
    trm ksh ats postingnya….
    Sya agak bingung, Anda mncantumkan Hadist yg mnyatkan bahwa sesuatu yg dlm jmlh bnyk dpt memabukan adlh haram,mka yg dlm jmlh sdikit pun haram.
    Ktika Anda mnjwab kmentr dr slh satu shbt qta,Anda smpaikn prfum dgn kdr alkhol rndah(tdk memabukan) adlh sah2 saja. Kalau yg jd parameter adalah mabuknya, brti jika saya minum miras dan tdk mabuk,itu sah2 saja y? ^_^
    sukron

    Abu Al Maira :
    Alaikum salam warahmatullah…

    Dibedakan antara khamr dengan alkohol… Antara sesuatu yang memabukkan dengan alkohol….
    Misalnya ganja atau morfin atau yang semacamnya, toh benda2 itu bukan alkohol, tapi benda2 tersebut termasuk khamr… Jadi konteksnya beda…

    Analogi simplenya seperti ini…
    Anda tahu Whiskey,,, Taruhlah tidak usah minum 1 gelas, tapi cukup minum 1 sendok makan saja, maka hukumnya tetap haram… karena apa, ya khamr itu tadi…

    Sekarang anda campur 1 sendok makan alkohol kedalam 1 galon aqua [19 liter]. Lantas anda minum aqua tadi semuanya.. Apakah aqua tersebut haram ? tentu tidak, paling2 anda kembung dan mau muntah [sama halnya dengan mabuk, bisa membuat muntah juga] karena kebanyakan minum air…

    Mudah2an penjelasan saya ini bisa sedikit membantu… Kalau kurang jelas bisa tanyakan kepada yang lain… Kemudian tuliskan kembali diblog ini sebagai bahan diskusi…

  5. tapi gimana donk,…lo qta mo jln breng tmen ato klurga,…coz skrngkn,…parfum non alkohol tuch langka bnget,.. truz lo da pun pasti hargax mahal,…n aromax jg aneh2 g cocok ma selera ank muda jman sekarang ,….

    Abu Al Maira ;

    Sekarang parfume non alkohol juga udah banyak aromanya… Gak kalah dengan parfume alkohol… Harganya juga gak mahal, malah jauh lebih murah dari parfume alkohol branded

  6. maaf nih melenceng sedikit.. tapi masih masalah alkohol.. kalau penggunaan pewarna makanan tetapi pewarna makanan trsebut hanya terlarut dalam alkohol.. halal atau tidak?? penggunaan pewarnanya tidak dicampurkan pada bahan makanan namun hanya di oleskan saja (seperti kutex) pada bagian atas makanan contohnya coklat..dan dalam jumlah sedikit.. kira2 coklatnya jadi haram ga ya?? mohon balasannya.. terima kasih sebelumnya..

    Abu Al Maira :

    Maaf, untuk yang ini saya gak bisa jawab…

  7. Assalaamu ‘alaikum
    Inti dari “setiap yang memabukkan adalah haram” berlaku untuk apa? khusus untuk makanan dan minumankah atau semua, misalnya memakai parfum, suntik (sebelumnya diolesi dulu dengan alkohol). Barometer “sedikit” dan “banyak” diukur dengan apa? dengan kuantitasnyakah atau dengan kualitas (persen) seperti parfum di bawah 50 % boleh di pakai. Lantas bagaimana dengan minuman bir yang persentase alkoholnya hanya 5 sampai dengan 15 persen. Masih bolehkah untuk diminum?
    Sekian terima kasih.
    Wassalamu ‘alaikum.

    Abu Al Maira :

    Alaikumussalam warahmatullah….

    Ya berlaku untuk semua, termasuk ganja [yang tidak dimakan/diminum tapi dihisap]. Mengenai masalah suntik yang diolesi alkohol, ya tidak termasuk.

    Mengenai barometer banyak atau sedikitnya, silahkan baca ulang tulisan dan komentar-komentar diatas. Kalau kurang jelas, bisa tanya lagi.
    Semoga membantu…..

  8. Aduh mas..
    Saya bacanya pusing niy..kagak ngerti. Apa karena OOT. Mudah2x an enggak….he..he…
    Tapi kayaknya bahasan anda tertukar belukar deh antara halal, haram dan najis…
    Kesimpulan Alkohol itu haram kan karena memabukannya..bukan karena najisnya…dan memabukan itu karena diminum, bukan karena di oleskan ke kulit. Blm pernah denger ada org mabuk gara2x di olesi alkohol…he..he..
    Apakah setiap yg haram itu najis?Kalau yg najis itu haram di makan sy percaya…
    Jangan marah yah…sy nyari pencerahan kok bukan perdebatan….

    Abu Al Maira :

    Ya berarti memang anda yang belum mengerti… Tidak ada yang tertukar antara halal, najis atau haram, yang membuat bingung karena anda memang belum mengerti….

    Tidak pernah saya menuliskan bahwa alkohol adalah najis, dia dikatakan haram karena bersifat khamr. Lantas siapa pula yang mengatakan mengoleskan alkohol untuk suntikan adalah haram. Coba diulangi lagi bacanya… [Kalo saya perhatikan kayaknya anda jadi sentimen dengan pendapat2nya syaikh al Albani nih]

    Oh ya, yang haram belum tentu najis… Ah dikau ada2 saja…..

  9. Terima kasih bro pencerahannya…
    Kalo saya liat dari komentar yg dikirim, bukan cuman sy yg salah nangkep tulisan anda…sy sendiri bukan ahli nulis. Tapi kalo bro mau terbuka mungkin bisa menjadikan ini pelajaran/koreksi buat tulisannya biar lebih baik lagi gituh…
    Soal sentimen sama Albani…aduh jangan berprasangka buruk dulu deh…sayang dengan ilmunya anda kalau anda selalu berprangka buruk pd orang yg mempertanyakan tulisan anda.

    Abu Al Maira :

    maaf sebelumnya kalo berkesan saya tidak mau dikritik… Tidak, tidak seperti itu… Hanya saja anda mengatakan sesuatu yang tidak saya tuliskan…. Itu saja…
    Dan satu hal lagi, ini bukan tulisan dari pemikiran saya. Tapi saya hanya menuliskan kembali dari apa yang saya baca.

    Saya tidak berprasangka buruk dengan anda, tapi silahkan anda lihat komentar2 anda [terutama tentang syaikh]. Ilmu kita masih sama2 cetek dibandingkan dengan beliau. Bukan saya menganggap beliau pasti benar. Tapi tolong perbaiki komentar dan sanggahan anda.

    Sy ini blm tahu banyak tentang Albani. Saat ini sy lagi mempelajari siapakah beliau ini….Saya baru mendengarnya setelah Manhaj Salafy (ada yg bilang Wahabi) marak di Indonesia.
    Tentu saja saya akan banyak mengklarifikasi dan menguji setiap pertanyataan/fatwa beliau, intinya adalah u/ berhati-hati.
    Kan seperti yg biasa di dengung2x kan oleh orang manhaj Salafi katanya kita jangan taklid, harus mau belajar, jangan bid’ah dsb2x…Justru dlm rangka tidak taklid dn belajar inilah saya harus mempertanyakan…betul nggak bro?

    Abu Al Maira :
    Jika anda ingin belajar, pelajarilah manhaj ini dengan benar. Jangan anda mengindentikkan manhaj ini dengan salah satu ulama misalnya. Walaupun syaikh al Albani memang dia adalah salah satu ulama besar ahlus sunnah.

    Memang benar kita tidak boleh taqlid buta [walaupun ada beberapa hal yang membolehkan seseorang taqlid kepada orang yang lebih 'alim], syaikh al Albani sendiripun melarang ummat untuk tidak bersikap taqlid buta.
    Sebagai konsekuensinya kita harus belajar dulu, belajar dengan benar. Saya tidak dalam posisi untuk bisa menasehati anda bagaimana cara belajar dan mengenal dakwah manhaj salafus shalih ini. Ada baiknya anda menghadiri ta’lim2 dan kajian2 yang dilakukan oleh para ustadz2 yang berada diatas manhaj ini.

    Tapi kalau hadist2x shahih yg dia nukilkan tentu saya terima kecuali kpd pendapat pribadinya, sy hrs menelitinya dulu …Anda sendiri gimana, taklid enggak sama Albani? ada enggak contoh yg anda tdk setuju dengan beliau?..Atau anda sudah menganggap semua pernyataan dia itu benar?

    Trims bro, bagaimanapun tulisan2x anda sedikit/banyak menambah wawasan ke-ilmuan sy..

    Abu Al Maira :

    Silahkan jika anda memang ingin mengkritisi pendapat2 syaikh al Albani. Dan palilng tidak anda harus memiliki ilmu yang mumpuni untuk mengkritisi pendapat syaikh. Jangan sampai anda mengcounter pendapat syaikh hanya karena pendapat syaikh berbeda dengan yang lain.
    Jangan sampai mengatakan “kata ustadz anu”, “kata syaikh anu”, “kata kyai anu”.

    Ada beberapa pendapat syaikh yang memang saya tidak sependapat dengan beliau [dan inipun merujuk kepada pendapat dari penjelasan2 ulama lainnya]. Dan hal ini bukan berarti saya meremehkan atau tidak menghormati beliau dan ulama2 lain yang sependapat sama dengan beliau.
    Misalnya tentang pendapat beliau mengenai haramnya mengenakan emas yang melingkar bagi wanita. Dan juga pendapat beliau mengenai haramnya jual beli kredit dengan penambahan harga.
    Dan yang perlu diingat, ini adalah perkara ijtihad. Masalah khilaf para ulama, bukan perkara sentimen….

    Begitu juga misalnya dengan pendapat syaikh Bin Baz tentang posisi tangan bersedekap pada waktu i’tidal, saya cenderung mengikuti pendapat syaikh al Albani.

    Para ulama itu tidak maksum pak, bisa saja mereka tersalah. Jangankan ulama2 belakangan ini, ulama2 dahulupun pernah tersalah. Tengoklah Ibnu Hajar, Imam Nawawi, Imam al Ghazali…. Tapi bukan serta merta lantas kita mendiskreditkan mereka karena kesalahan mereka… Ilmu kita masih jauh dari mereka pak…

    Ya semoga saja Allah membudahkan kita mempelajari agamaNya…

  10. Assalaamu’alaikum…….
    Ma’af ya ustadz, sayakan hanya mencari titik terangnya saja. Karena halal haram itukan harus pasti. Jangan sampai kita memakai atau mengkonsumsi sesuatu barang yang dianggap halal tetapi dihati kita masih ragu (boleh gak2x)….. iya gak….. Karena dalam beragama kita harus mempunyai ketetapan hati atau tidak ada keraguan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat.
    Wassalaamu’alaikum.

    Abu Al Maira :

    Alaikumussalam warahmatullah….

    Yang anda katakan benar,,,, Yang meragukan ya ditinggalkan….

  11. yah mungkin kita semua bisa mencari sumber bacaan lain..untuk lebih meyakinkan diri kita mengenai permasalahan ini.
    saya membaca dari sumber lain :
    http://catur.web.id/blog/index.php/2007/09/07/26/

    cukup membantu..

    terima kasih

  12. assalamu ‘alaikum kepada semua pengunjung dan komentator,

    1. saya hanya ingin mengingatkan, janganlah kita (yang diciptkan oleh ALLAh subhanahu wata’ala) berandai-andai atau akal-akalan dalam memahami agama-Nya.
    2. Bahwa berbeda antar orang yang memiliki ilmu dengan yang tidak memiliki ilmu dalam memahami sesuatu.

    3. sehingga, jika kalian tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu, maka jangan kaliannnya mengatakannya sampaikan kalian mendengarkan para ‘alim mengatakanya.

    4. pelajarilah agama ini dari manhaj yang benar, dari mereka-mereka yang mempelajari alquran dan hadist rasulullah yang shahih

    5. yaitu mereka yang telah disebutkan dalam banyak ayat alquran tentang lurus hati mereka diatas agama, kokohnya hati mereka di atas agama dan kuatnya pengetahuan dan pemahaman mereka terhadap agama

  13. Memabukkan di sini secara tidak langsung menggambarkan bahwa penggunaan parfum itu menimbulkan perasaan yang berlainan pada orang lain. baik itu perasaan yang positif atau pun sebaliknya, bagi laki-laki yang menyadari bahwa parfum ini akan menggoda timbulnya syahwat, maka ia akan menegur secara tidak langsung (melalui pihak lain) pada wanita yang menggunakan parfum tersebut. karena ia menyadari hal tersebut dikhawatirkan menimbulkan hal-hal negatif. menurut saya….

  14. Desta
    Al-hamdulillah, setelah saya membaca keterangan dan pertanyaan dari sahabat-sahabati saya merasa cukup puas dengan keterangan dan pertanyaan tersebut. Tetapi, disisi lain ada 1 keganjilan dalam benak saya dari dulu. Yang ingin saya tanyakan :sebenarnya bagaimana hukum asal memakai parfum bagi para wanita ?dan parfum jenis apa dan merek apa yang boleh dipakai oleh wanita ?

    Abu al Maira :
    Boleh, tapi tidak seperti wanita2 jaman sekarang. “Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad, 4/418; shahihul jam’: 105). Jenisnya yang tidak semerbak seperti parfum-parfum kebanyakan pada saat ini.

    Allahu ‘alam

  15. boleh gak kalw saya memberikan pndapat saya….???
    kn alkohol sftx mnguap,,nah klaw seandainya di semprotkn dlu beberapa saat stlah itu dpakai kan udah gak da alkoholnya,,,,

  16. emangnya ada nash yang menyebutkan alkohol? yang haram kan khomer, jangan samakan dong antara khomer dan alkohol, sama halnya jangan samakan antara mani dan seperma. pendefinisiannya sudah beda sudut pandang. satu dari sudut pandang fiqh, satunya dari sudut pandang kimia dan biologi.

  17. Assalamualaikum.
    Saya adalah mahasiswa kimia. Ada yang cukup mengganjal pikiran saya sejak dulu. Menurut dalil,sesuatu yg haram bila diolah lagi maka olahannya juga haram hukumnya. Namun bagaimana dengan sintesis berbagai bahan dasar seperti aseton, cuka, dsb? Dalam ilmu kimia sebgaimana yang kita ketahui aseton dan cuka adalah produk turunan alkohol. Dan dari aseton juga cuka itu sendiri dapat diolah menjadi alkohol. Substansi berbahanbaku alkohol sangat banyak di sekitar kita. VitaminC (asam askorbat) juga merupakan turunan alkohol. Sabun adalah senyawaan dari asam karboksilat dan ester yang keduanya juga merupakan turunan alkohol. Bagaimana pendapat saudara mengenai hal ini? Apa lantas Saudara mengharamkannya? Apa malah Saudara perbolehkan konsumsi (dalam arti luas)? Jika Anda menghalalkannya, bukankah itu bertentangan dengan dalil ‘sedikit ataupun banyak suatu yang haram tetap haram’.
    Senyawa alkohol adalah persenyawaan unsur hidrokarbon dengan gugus hidroksi. Apa hanya karena ada unsur gugus ini syariat menyatakan haram? Sekian pertanyaan saya, mohon maaf bila ada salah, segala yang benar hanya dari Allah Swt. Wassalamu’alaikum.

    Abu Al Maira :

    ‘Alaikumussalaam warahmatullah….

    Sebelumnya tolong dikoreksi, yang mengharamkan khamr itu bukan saya, tapi dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah.

    Anda harus bisa membedakan antara khamr sebagai dzat yang memabukkan dengan alkohol… Jadi yang diharamkan adalah khamr dan segala sesuatu yang dzat atau sifatnya sama seperti khamr [misalnya narkotika].

    Ulama menghalalkan cuka, termasuk vitamin C [asam askorbat].

  18. setelah membaca tulisan diatas dan coment serta jawabannya, saya koq malah bingung yah….
    banyak pendapat.
    sebenarnya yang pasti penggunaan alkohol dalam parfum / pengharum itu halal apa kharam sih??? kan itu yang jadi ulasannya toh ???

    Abu al Maira :

    Ada perbedaan pendapat, ada yang mengharamkan dan ada yang menghalalkan… Silahkan dibaca ulang artikelnya… Jangan baca komentarnya, nanti malah makin membingungkan

  19. mas masuk..mau tanya. gini, dengan sikon sedemikian komplek di lingkungan kota, bisakah setiap individu meninggalkan (tidak menggunakannya) dalam kehidupan sehari-hari?(pertama) pada kenyataannya barang tersebut (parfum) sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan di lingkungan kota. apalagi kebutuhan manusia selalu bertambah seiring bertambahnya jmlah pnddk, pa wajib qita meninggalkannya?(kedua)misalnya; tetap menggunakan dalam kehidupan kota apa akibatnya?(tiga)
    terima kasih bnyak, mohon maaf jika salah….

    Abu al Maira :

    Kalau ditanya bisa atau tidak, ya bisa-bisa saja…. Tapi kan tidak ada paksaan dalam hal ini….

  20. klo misalnya permpuan itu memakai parfu apakah itu haram .Karena didalam hadits disebutkan bahwa apabila wanita memakai parfum berarti ia telah melakukan zina

    Abu al Maira :

    kalau parfumnya cukup semerbak dan mengundang kekaguman seperti zaman sekarang ini, maka haram.
    Kecuali parfum2 yang hanya utk menghilangkan bau badan dan hanya tercium oleh diri sendiri, seperti deodoran atau body spray yg sangat lembut wanginya [tidak tercium oleh orang lain]…

    Ketika hadits menyatakan wanita yang memakai parfum lalu melenggang di depan laki-laki agar mereka menghirup bau wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina, maksudnya adalah memiliki sifat seperti pezina.
    Artinya, pezina memiliki sifat untuk mengumbar kecantikan, kemolekan dan lainnya di depan laki2 [untuk menarik perhatiannya].
    Dan apakah perempuan yang memakai parfum lantas benar2 dicap sebagai pezina dan menanggung dosa zina, atau dosa memakai parfum sama dengan dosa zina, ya tentu saja tidak…

  21. Terimakasih infonya, website nya bagus :-)

  22. assaLamuaLaikum..
    duh..mw tnya nih soaL’y mzh ad yg aku khawatirkn ttg parfume yg beraLkohoL..ap hukum’y saat pemakaian’y d semprotkn k pakaian LaLu pakaian itu d pake shaLat..ap hukum’y parfum beraLkohoL tu terbawa shaLat..
    mohon pmbhasan’y ea..
    sukron..n_nv

    Abu al Maira :

    ‘Alaikumussalaam…

    Sholatnya sah… Tetapi untuk wanita, parfum jangan yang wangi semerbak… parfum hanya sekedar bisa tercium sendiri/sekedar menghilangkan bau badan…

  23. sbgai pelarut untuk membuat sabun dipakai alkohol / ethanol,..sabunnya bisa dipakai ndak ya !…kalo ndak bisa dipakai karena apa ?..kalo karena Alkohol/ ethanolnya kenapa…Najis ato memabukan…..bagaimana dg tape..mohon pencerahan! syukron.


    Abu al Maira :

    Sabunnya bisa dipakai….

  24. bagaimana caranya mengetahui kadar alkohol yang ada

  25. jika parfum sperti splash colone memang banyak mengandung alkohol hal ini agar muda untuk digunakan dengan kata lain alkohol yang ada pastinya banyak dan berarti pula tidak boleh untuk digunakan. Tetapi jika menilik sifat dari alkohol tersebut kan mudah menguap/hilang, jadi saat kita pakai dalam waktu beberapa menit saja alkohol yang terkandung dan menempel ke tubuh/baju kita akan hilang dan yang tertinggal hanya parfumnya saja berarti kan jadi sah untuk digunakan. Kesimpulannya alkohol tersebut hanya carrier/supporter untuk parfum dan akan hilang dengan sendirinya tidak seperti alkohol pada makanan/minuman yang akan terus terbawa

  26. sukron buat artikelnya………

  27. makasih penjelasannya. jadi terbuka nih. jadi pengen sering2 ngaji nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 70 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: