Hukum Suami Meninggalkan Istri Dalam Islam


Al-Qur’an memberi batasan bahwa suami tidak boleh meninggalkan istri lebih dari empat bulan.

Mengenai hal ini, Syaikh Utsaimin memberikan pendapat [Fatawa Nir 'Aladarb Syaikh Utsaimin, hal 17, Majalatul Buhuts 9/60. Durus wa Fatawa Haramul Makky, juz 3 hal.270] :

Pertama : Tidak benar bahwa Al-Qur’an tidak membolehkan suami meninggalkan istri lebih dari empat bulan sebab tidak ada satu ayatpun yang menyebutkan demikian. Akan tetapi yang terdapat di dalam Al-Qur’an hanyalah pembatasan tentang orang yang ila’ yaitu suami bersumpah tidak akan menggauli istrinya, kemudian Allah memberikan waktu empat bulan kepadanya, sebagaimana firman Allah “Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Al-Baqarah : 226]

Dibolehkan suami pergi meninggalkan istrinya, lebih dari empat bulan, enam bulan, setahun atau dua tahun dengan syarat tempat tinggal istri aman dan rela ditinggalkan, jika tempat tinggalnya tidak aman atau tempat aman tapi istri tidak merelakan, maka dalam kondisi seperti itu, suami tidak boleh meninggalkan istrinya. Wajib bagi setiap suami untuk menggauli istrinya secara baik.

Jika suami pergi setelah sekian lama tanpa memberi kabar kepada istrinya (keluarganya), apakah sang suami harus memberikan surat talaq kepada istrinya ?

Syaikh Shalih Fauzan memberikan pendapat [Kitabut Muntaqa Syaikh Fauzan, juz 3/242] :

Tidak perlu sang suami mengirimkan surat untuk menjatuhkan talak kepada istrinya, jika dia berhalangan secara syari’at yang mengakibatkan dia tidak bisa pulang. Maka tidak boleh bagi istri menuntut secara paksa terhadap suaminya agar pulang melainkan setelah ada kemampuan.

Dalam kondisi seperti ini istri berhak memilih diantara dua pilihan ; bersabar menunggu kedatangan suaminya atau menuntut hak dengan cara mengajukan talak. Dan sebaiknya suami harus tetap bersabar hingga datang kesempatan untuk pulang. Insya Allah jika ikhlas dan bersungguh-sungguh, maka akan mendapatkan jalan keluar dan pertolongan.

Dalam hal ini orang tua sang suami tetap harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap sang istri.

Sumber :

Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita jld-2, hal 111-112 Darul Haq

About these ads

12 Komentar to “Hukum Suami Meninggalkan Istri Dalam Islam”

  1. Apa hukumnya apabila seorang suami meninggalkan Istri selama 4 bulan, sedangkan istri dalam keadaan hamil Tua, dan suami pergi meninggalkan istri untuk menikah dengan wanita lain, suami sering berbuat kekerasan dalam rumah tangga

    Abu al Maira :

    Jika si istri merasa dizhalimi, maka dia bisa menggugat suaminya ke PA….

  2. Assalamu’alaikum Wr Wb,mau tanya apakah boleh bila suami pergi rekreasi bersama2 teman sekantor tanpa minta ijin isteri

    Abu al Maira :

    Tidak ada kewajiban bagi suami untuk meminta izin kepada istrinya untuk keluar rumah. Yang ada adalah kewajiban istri untuk meminta izin kepada suaminya untuk keluar rumah, karena pada dasarnya tempat para wanita adalah di rumahnya dan sebaik2 tempat wanita di rumahnya adalah di dalam kamarnya.
    Demikianlah Islam menghormati dan menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita sehingga wanita diperlakukan sedemikian istimewanya layak seperti permata yang tidak boleh tersentuh oleh siapapun.

    Yang tidak boleh adalah suami keluar rumah untuk perkara2 yg tidak ada manfaatnya.

    Sebaiknya sang istri mengingatkan suaminya ketika suami lupa berpamitan ketika keluar rumah. Keluarkanlah rayuan2 dan kata2 manja akan kekhawatiran ketika suami lupa berpamitan, insya Allah suami akan betah di rumah…. Jangan langsung ditegur dan dikomplain, tentunya suami merasa tidak senang karenanya….

  3. Salamunalaikum ustaz,

    Bolehkah isteri tidak meminta izin dari suaminya untuk keluar rumah untuk pergi menuntut ilmu agama?Ini kerana, suami ingin bersendirian tidak mahu diganggu oleh isteri kerana dia sedang dalam proses menyelesaikan masalah rumahtangga. Suami dan isteri tinggal berjauhan (berasingan) kerana isteri terpaksa bekerja.

    Jazakallah khair.

    Abu al Maira :

    ‘Alaikumussalaam…

    Seorang istri jika hendak keluar rumah apapun alasannya wajib meminta izin kepada suaminya

  4. assalamualaikum,,
    saya mw tanya apa hukumnya bila suami pergi meninggalkan istri tanpa kabar apapun
    dan tidak meninggalkan pesan apapun?,,
    kenapa dlm fiqih wanita diatur kewajiban2 istri trhadap suami serta hukuman2x,knp tidak bagi suami?

    terima kasih

    Abu al Maira :

    ‘Alaikumussalaam…

    Syaikh Shalih Fauzan memberikan pendapat [Kitabut Muntaqa Syaikh Fauzan] :

    Dalam kondisi seperti ini istri berhak memilih diantara dua pilihan ; bersabar menunggu kedatangan suaminya atau menuntut hak dengan cara mengajukan talak. Dan sebaiknya suami harus tetap bersabar hingga datang kesempatan untuk pulang. Insya Allah jika ikhlas dan bersungguh-sungguh, maka akan mendapatkan jalan keluar dan pertolongan.

    Dalam hal ini orang tua sang suami tetap harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap sang istri.

    • bila datang suatu pesan dari suami yang mengatakan bahwa ia muak bersama dengan istri apa itu termasuk talak walau hanya lewat pesan tertulis?……
      bagaimana jika orang tua suamilah yang menghalangi untuk bertemu anak dan istrinya.

      Abu al Maira :

      Belum jatuh thalaq…. Untuk permasalahan anda, cobalah konsultasikan dengan pengadilan agama setempat

  5. Suami pergi minggalkan istri sudah setahun lebih, dan hal serupa sering dilakukan oleh suami. Suami sering berbohong, dan untuk menutupi kebohongan tersebut suami memaki maki istrinya dengan sebutan kata-kata keji “Hj. Anjing kamu” Sementara selama hidup berumah tangga si Istri yang menopang biaya hidup berumah tangga. Suami bukannya tidak punya penghasilan ” beliau ” suami adalah seorang pegawai negeri. Si Istri sekolahkan suaminya kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, suami diajak tinggal dirumah istri krn rmh suami bermasalah dg mantan istrrinya terdahulu. Janji2 muluk sebelum pernikahan sirnalah sudah, suami tidak punya tanggung jawab, arogan kasar dan sering meininggalkan rumah. Pertanyaannya : Bagaimana islam melihat hal ini? Dosakah suami spt itu?

    Abu al Maira :

    Suami berdosa karena menzhalimi istrinya. DAlam hal ini istri bisa mengadukan permasalahannya kepada hakim [KUA/Pengadilan Agama] untuk dimintakan penyelesaian…

  6. bagaimana kalau ana yang bekerja di pedalaman dan hatus meninggalkan istri dan keluarga selama 6 minggu, setelah itu baru bisa bertemu selama 2 minggu. Dan hal ini berulang terus selama bertahun- tahun ?

    Jazakallahu khair

    Abu al Maira :

    Dalam mencari nafkah tidak ada masalah…

  7. muhamad nachrowi
    Maret 28, 2011 pada 8:07 pm

    Apa hukumnya apabila seorang suami meninggalkan Istri selama 4 bulan, sedangkan istri dalam keadaan hamil Tua, dan suami pergi meninggalkan istri untuk menikah dengan wanita lain, suami sering berbuat kekerasan dalam rumah tangga

    Abu al Maira :
    Jika si istri merasa dizhalimi, maka dia bisa menggugat suaminya ke PA….

    ==========

    maaf.. apa yg dimaksud dengan PA..?

    Abu al Maira :

    Pengadilan Agama

  8. as salam…saya nak tahu cara penyelesaian..atau jawapan dari tuan/puan…bernikah di thailand…tidak lagi mendaftar di malaysia…suami terpaksa meninggalkan isteri..kerana masuk ke dalam penjara…kerana kes dadah merbahaya…tetapi keluarga sebelah suami tiada memberi apa apa nasihat..nafkah atau pun mengambil tahu apa apa tentang si isteri tersebut……si suami telah meninggalkan si isteri sudah hampir setahun lebih..si isteri meneruskan kehidupan sendirian…..cuma si suami ada menelefon…bertanya khabar si isteri….si isteri mengambil keputusan untuk diceraikan….kerana mempunyai sebab sebab tertentu….

    Abu al Maira :

    Tanyakan kepada hakim lokal

  9. assalamu,allaikum wr’wb

    saya mau Tanya bgaimana hukumnya bila suami meninggalkan istrinya selama 9 thun tnp memberi nafkah bolehkah sang istri menikah lgi,

    Abu al Maira :

    ‘Alaikumussalaam…

    Konsultasikan dengan KUA atau Pengadilan Agama

  10. Assalamu’alaikum Wr Wb,..saya mo tanya,..
    Saya seorang Istri dan mempunyai anak umur 6 bulan ,..Jika suami marah dan itupun masalah pertengkaran sepele ato kecil,..Apa Hukumnya jika Suami sering Berkata dengan nada Kasar ato mengancam ” Saya Akan Tinggal kamu ”

    Abu al Maira :

    ‘Alaikumussalaam…

    Tentunya akhlak seperti itu tidak baik… Nasihatilah suami anda dengan cara yang baik dan benar, bersabar dalam menasihatinya… Ajak suami anda bersama2 menhadiri kajian2 agama… Dan senantiasa doakan suami anda, bertahajudlah pada malam hari dan doakan suami anda…

  11. Assalamualaikum wr, wb.

    Saya seorang suami yang selama ini tinggal di keluarga istri, permasalahan timbul karena banyak perkataan dan perbuatan dari keluarga istri menyinggung perasaan saya.
    Untuk solusinya saya mengajak istri untuk mengontrak rumah, agar tidak ada lagi perkataan ataupun perbuatan dari keluarganya yang dapat menyinggung perasaan saya.
    Pada awalnya istri bersedia, akan tetapi pada saat saya akan memberikan DP kontrakkan tiba-tiba ia mengatakan akan keluar rumah apabila sudah membeli rumah.
    Pada dasarnya saya setuju akan tetapi saya tidak mau korban perasaan lagi, dan dia tidak bisa menjamin segala perlakuan keluarganya terhadap saya.
    Maka dengan sangat terpaksa saya meninggalkan kediaman istri, tapi itu saya lakukan karena saya ingin hidup mandiri dan tenang tanpa ada yang menyinggung dengan kata-kata maupun perbuatan. Tapi istri saya nampaknya tidak sepemikiran dengan saya dengan menyuruh saya mencoba mengerti segala perbuatan keluarganya.
    Mohon pendapatnya mengenai : istri saya yang tidak mau menuruti keinginan saya untuk mengontrak, padahal saya tidak ada tujuan untuk membuat istri dan anak saya terlantar.

    Wassalamualaikum wr wb

    ‘Alaikumussalaam….

    Baiknya ketika seseorang telah berkeluarga adalah tinggal dengan keluarganya sendiri hingga dapat hidup mandiri dan tidak terganggu oleh campur tangan orang tua atau anggota keluarga yang lain.
    Ada baiknya anda juga intropeksi apakah selama anda tinggal di kediaman keluarga istri ada perilaku atau cara berpikir anda yang tidak disenangi oleh yang lain.
    Dan berikan pemahaman terus menerus kepada istri anda tentang keutamaan istri patuh dan taat kepada suami.
    Semoga Allah memudahkan segala urusan anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 73 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: