<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Abu Al Maira - و هل يكبّ النّاس في النّار عل وجو ههم إلاّ حصا ئد ألسنتهم</title>
	<atom:link href="http://jacksite.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jacksite.wordpress.com</link>
	<description>&#34;Tidakkah wajah dan leher manusia dijerembabkan ke dalam api neraka kecuali akibat apa yang diucapkan lidah-lidah mereka&#34; - “Barangsiapa dikehendaki Allah atasnya kebaikan niscaya ia akan difahamkan akan agamanya”</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 23:16:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Hukum Qurban Wajib Atau Sunnah Dalam Islam ? oleh hj suhaimi</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1844</link>
		<dc:creator>hj suhaimi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 23:16:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1844</guid>
		<description>Asalamualaikum Abu al-Maira,
Saya nak pastikan, apa betulkah satu ekor unta itu boleh dikongsi untuk 10 orang? Dalilnya apa ya? Terima kasih banyak




&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Abu al Maira :&lt;/strong&gt;

Alaikumussalam warahmatullah...

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406).&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamualaikum Abu al-Maira,<br />
Saya nak pastikan, apa betulkah satu ekor unta itu boleh dikongsi untuk 10 orang? Dalilnya apa ya? Terima kasih banyak</p>
<blockquote><p><strong>Abu al Maira :</strong></p>
<p>Alaikumussalam warahmatullah&#8230;</p>
<p>Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406).</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Qurban Wajib Atau Sunnah Dalam Islam ? oleh susi s</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1843</link>
		<dc:creator>susi s</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 23:56:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1843</guid>
		<description>aslm. bolehkah memberikan hadiah qurban utk irang lain (saudara)? Dan gmana kalau orang yg dihadiahi tsb dlm kondisi sdang sakit (psikis)/dlm pngobatan? Jazakumulloh







&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Abu al Maira :&lt;/strong&gt;
Pada dasarnya menghadiahi qurban untuk orang lain itu boleh, dan si penerima hadiah qurban [yang dibelikan hewan qurban untuknya] sah amalan qurbannya.

Yang menjadi masalah jika si penerima hadiah ini adalah orang yang gila/hilang akal. Seperti diketahui bahwa syarat diterimanya amalan seseorang adalah berakal.

Namun perlu diperhatikan juga kondisi2 yang ada. Jika seseorang menderita gangguan jiwa tapi dalam kondisi stress/depresi yang masih bisa membuat orang tersebut sadar dalam mengerjakan sholat, maka orang ini diasumsikan masih bisa mengerjakan amalan2 lainnya seperti puasa, zakat, qurban, dll.

Tetapi jika seseorang mutlak menderita depresi yang sangat hebat, sehingga dia tidak bisa mengerjakan sholat karena hilangnya kesadaran dan hilang akal, maka orang ini tidak sah dalam melakukan amalan2 ibadah seluruhnya.
Begitu juga jika depresi berat ini bersifat sementara, dalam artian kadang2 sadar dan kadang2 hilang kesadaran hilang akal [gila/korslet], maka dilihat waktunya. 
Jika dalam keadaan depresi berat hingga hilang akalnya, maka dia terbebas dari amalan apapun. Namun ketika dia kembali sadar dan kembali akalnya, maka dia sah dalam beramal.

Jika anda membelikan hewan qurban untuk orang yang hilang akal/gila permanen, maka nilainya sedekah saja untuk anda.

Allahu &#039;alaum&lt;/blockquote&gt;



</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aslm. bolehkah memberikan hadiah qurban utk irang lain (saudara)? Dan gmana kalau orang yg dihadiahi tsb dlm kondisi sdang sakit (psikis)/dlm pngobatan? Jazakumulloh</p>
<blockquote><p><strong>Abu al Maira :</strong><br />
Pada dasarnya menghadiahi qurban untuk orang lain itu boleh, dan si penerima hadiah qurban [yang dibelikan hewan qurban untuknya] sah amalan qurbannya.</p>
<p>Yang menjadi masalah jika si penerima hadiah ini adalah orang yang gila/hilang akal. Seperti diketahui bahwa syarat diterimanya amalan seseorang adalah berakal.</p>
<p>Namun perlu diperhatikan juga kondisi2 yang ada. Jika seseorang menderita gangguan jiwa tapi dalam kondisi stress/depresi yang masih bisa membuat orang tersebut sadar dalam mengerjakan sholat, maka orang ini diasumsikan masih bisa mengerjakan amalan2 lainnya seperti puasa, zakat, qurban, dll.</p>
<p>Tetapi jika seseorang mutlak menderita depresi yang sangat hebat, sehingga dia tidak bisa mengerjakan sholat karena hilangnya kesadaran dan hilang akal, maka orang ini tidak sah dalam melakukan amalan2 ibadah seluruhnya.<br />
Begitu juga jika depresi berat ini bersifat sementara, dalam artian kadang2 sadar dan kadang2 hilang kesadaran hilang akal [gila/korslet], maka dilihat waktunya.<br />
Jika dalam keadaan depresi berat hingga hilang akalnya, maka dia terbebas dari amalan apapun. Namun ketika dia kembali sadar dan kembali akalnya, maka dia sah dalam beramal.</p>
<p>Jika anda membelikan hewan qurban untuk orang yang hilang akal/gila permanen, maka nilainya sedekah saja untuk anda.</p>
<p>Allahu &#8216;alaum</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Syirkah oleh ALFIAN.M</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/06/19/hukum-syirkah/#comment-1842</link>
		<dc:creator>ALFIAN.M</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 07:57:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/06/19/hukum-syirkah/#comment-1842</guid>
		<description>TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Kandungan Vitamin &amp; Mineral Buah &#8211; Guava Adalah Buah Terbaik oleh anindita</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/09/18/kandungan-vitamin-mineral-buah-guava-adalah-buah-terbaik/#comment-1841</link>
		<dc:creator>anindita</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 07:07:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/09/18/kandungan-vitamin-mineral-buah-guava-adalah-buah-terbaik/#comment-1841</guid>
		<description>Cranberry belinya dimana ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cranberry belinya dimana ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Qurban Wajib Atau Sunnah Dalam Islam ? oleh nugroho</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1840</link>
		<dc:creator>nugroho</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 14:34:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/11/08/hukum-qurban-wajib-atau-sunnah-dalam-islam/#comment-1840</guid>
		<description>assalamualaikum,,

terima kasih,,

forum ini cukup membantu saya dalam memahami hukum kurban,,,

wassalamualaikum wr. wb.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum,,</p>
<p>terima kasih,,</p>
<p>forum ini cukup membantu saya dalam memahami hukum kurban,,,</p>
<p>wassalamualaikum wr. wb.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di KEBENARAN BERITA MENGENAI ADZAB KUBUR oleh mazgatot</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2009/11/17/kebenaran-berita-mengenai-adzab-kubur/#comment-1839</link>
		<dc:creator>mazgatot</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 12:20:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/?p=796#comment-1839</guid>
		<description>alhamdulillah semoga Alloh selalu membimbing kita dalam syiar islam...amiin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alhamdulillah semoga Alloh selalu membimbing kita dalam syiar islam&#8230;amiin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Biografi Imam Al-Qurthubi (Ulama Besar dari Spanyol) oleh Abu Ashim almaidani</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2009/11/09/biografi-imam-al-qurthubi-ulama-besar-dari-spanyol/#comment-1838</link>
		<dc:creator>Abu Ashim almaidani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 07:59:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/?p=785#comment-1838</guid>
		<description>ana mintak izin untuk ambil maklumat dari web antum akh .barokallohu fik





&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Abu al Maira :&lt;/strong&gt;

Silahkan... &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ana mintak izin untuk ambil maklumat dari web antum akh .barokallohu fik</p>
<blockquote><p><strong>Abu al Maira :</strong></p>
<p>Silahkan&#8230; </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Cadar Bagi Wanita oleh Abu umair</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/07/23/hukum-cadar-bagi-wanita/#comment-1837</link>
		<dc:creator>Abu umair</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:08:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/07/23/hukum-cadar-bagi-wanita/#comment-1837</guid>
		<description>Asslm ...saya sependapat , memang tdk wajib seorg muslimah mengenakan cadar tetapi jika mengenakannya itu lebih baik dan lebih menjaga dari fitnah.
Sebagai seorang rizal tdk munafik ana juga senang lihat yang cantik2 dan terkadang dari pandangan itulah timbul syahwat dll. Sedangkan shahabat dengan iman mereka yang baik mereka mampu menundukkan pandangan tat kala melihat wanita yg bukan muhrimnya. Sedangkan saya dan banyak lagi laki2 skrg dengan iman yang lemah sekali terkadang berat untuk menundukkan wajah tat kala melihat yg cantik2. Jadi LEBIH BAIK BAGI MUSLIMAH UNTUK MENUTUP WAJAH MEREKA saya setuju banget deh. Wasslm</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm &#8230;saya sependapat , memang tdk wajib seorg muslimah mengenakan cadar tetapi jika mengenakannya itu lebih baik dan lebih menjaga dari fitnah.<br />
Sebagai seorang rizal tdk munafik ana juga senang lihat yang cantik2 dan terkadang dari pandangan itulah timbul syahwat dll. Sedangkan shahabat dengan iman mereka yang baik mereka mampu menundukkan pandangan tat kala melihat wanita yg bukan muhrimnya. Sedangkan saya dan banyak lagi laki2 skrg dengan iman yang lemah sekali terkadang berat untuk menundukkan wajah tat kala melihat yg cantik2. Jadi LEBIH BAIK BAGI MUSLIMAH UNTUK MENUTUP WAJAH MEREKA saya setuju banget deh. Wasslm</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di HUKUM ASURANSI MENURUT ISLAM oleh Abah Mukti</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/07/11/hukum-asuransi-menurut-islam/#comment-1836</link>
		<dc:creator>Abah Mukti</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 04:38:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/07/11/hukum-asuransi-menurut-islam/#comment-1836</guid>
		<description>Assalamualaykum, Boleh kah juga kirim email k ane, karena ada beberapa orang yang menawarkan Pru Syariah ke ane, baik dr teman, kolega ataupun dr saudara</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaykum, Boleh kah juga kirim email k ane, karena ada beberapa orang yang menawarkan Pru Syariah ke ane, baik dr teman, kolega ataupun dr saudara</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Mengemis / Meminta-minta Dalam Islam oleh dinda</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/08/15/hukum-mengemis-meminta-minta-dalam-islam/#comment-1835</link>
		<dc:creator>dinda</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 23:46:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/08/15/hukum-mengemis-meminta-minta-dalam-islam/#comment-1835</guid>
		<description>kalau meminta-minta dalam hal &quot;celamitan&quot;, contoh : meminta kertas atau cemilan ke teman. itu bagaimana hukumnya?




&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Abu al Maira :&lt;/strong&gt;
Semuanya kembali ke &#039;urf [kebiasaan] masyarakat Mbak. 
Misal dalam hal meminta kertas, misalnya anda bekerja dalam satu intsansi dimana anda yang bertanggung jawab memegang kertas/ATK, tentunya orang2 akan meminta kepada anda. Apakah dengan ini orang yang meminta akan dikategorikan sebagai pengemis..? Atau layak dikatakan celamitan..?

Begitu juga mengenai makanan. Secara umum di negeri kita ini jika anda memakan sesuatu di muka orang-orang yang kenal/akrab dengan kita atau anda menaruh makanan/cemilan anda di meja kerja anda misalnya, anggapan umum adalah kita mempersilahkan orang lain untuk mencicipi cemilan/makan kita atas izin kita. Ini sudah menjadi kebiasaan / &#039;urf di negeri kita. Kalau ada yang meminta cemilannya, jangan kita salahkan dan sebut dia celamitan / pengemis. Jadi kalau kita tidak ingin berbagi untuk .makanan/cemilannya, sebaiknya kita makan sembunyi2 dan jangan makan di depan orang2 yg kenal/akrab dengan kita. Bahkan kita bisa mengatakan tidak ketika ada orang yang ingin mencicipi makanan/cemilan kita, dan akibat berikutnya adalah orang lain akan menganggap kita orang yang bakhil/pelit sebagaimana kita menganggap orang lain adalah peminta-minta/celamitan.

Misalnya juga dalam pergaulan sehari2, jika seseorang punya kendaraan lantas temannya berkata &quot;nebeng dong&quot;, atau jika seseorang yang mendapat rezeki lebih lantas temannya berkata &quot;traktir2 ya&quot;, dan hal-hal lainnya. 
Hal-hal seperti ini tidak lantas bisa katakan seseorang adalah seorang peminta-minta atau celamitan misalnya.

Kalau boleh saya kasih saran, kalau sekiranya kita enggan berbagi dengan orang lain dengan alasan apapun maka sebaiknya kita tidak menampakkan sesuatu yang membuat orang lain ingin kita bisa berbagi dengan mereka.

Dan disatu sisi lagi, saling memberi dan saling menghadiahi sangat dianjurkan dalam agama. 

Allahu &#039;alam&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau meminta-minta dalam hal &#8220;celamitan&#8221;, contoh : meminta kertas atau cemilan ke teman. itu bagaimana hukumnya?</p>
<blockquote><p><strong>Abu al Maira :</strong><br />
Semuanya kembali ke &#8216;urf [kebiasaan] masyarakat Mbak.<br />
Misal dalam hal meminta kertas, misalnya anda bekerja dalam satu intsansi dimana anda yang bertanggung jawab memegang kertas/ATK, tentunya orang2 akan meminta kepada anda. Apakah dengan ini orang yang meminta akan dikategorikan sebagai pengemis..? Atau layak dikatakan celamitan..?</p>
<p>Begitu juga mengenai makanan. Secara umum di negeri kita ini jika anda memakan sesuatu di muka orang-orang yang kenal/akrab dengan kita atau anda menaruh makanan/cemilan anda di meja kerja anda misalnya, anggapan umum adalah kita mempersilahkan orang lain untuk mencicipi cemilan/makan kita atas izin kita. Ini sudah menjadi kebiasaan / &#8216;urf di negeri kita. Kalau ada yang meminta cemilannya, jangan kita salahkan dan sebut dia celamitan / pengemis. Jadi kalau kita tidak ingin berbagi untuk .makanan/cemilannya, sebaiknya kita makan sembunyi2 dan jangan makan di depan orang2 yg kenal/akrab dengan kita. Bahkan kita bisa mengatakan tidak ketika ada orang yang ingin mencicipi makanan/cemilan kita, dan akibat berikutnya adalah orang lain akan menganggap kita orang yang bakhil/pelit sebagaimana kita menganggap orang lain adalah peminta-minta/celamitan.</p>
<p>Misalnya juga dalam pergaulan sehari2, jika seseorang punya kendaraan lantas temannya berkata &#8220;nebeng dong&#8221;, atau jika seseorang yang mendapat rezeki lebih lantas temannya berkata &#8220;traktir2 ya&#8221;, dan hal-hal lainnya.<br />
Hal-hal seperti ini tidak lantas bisa katakan seseorang adalah seorang peminta-minta atau celamitan misalnya.</p>
<p>Kalau boleh saya kasih saran, kalau sekiranya kita enggan berbagi dengan orang lain dengan alasan apapun maka sebaiknya kita tidak menampakkan sesuatu yang membuat orang lain ingin kita bisa berbagi dengan mereka.</p>
<p>Dan disatu sisi lagi, saling memberi dan saling menghadiahi sangat dianjurkan dalam agama. </p>
<p>Allahu &#8216;alam</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Komisi Untuk Broker/Makelar Dalam Islam oleh wjogja</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1834</link>
		<dc:creator>wjogja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:48:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1834</guid>
		<description>Salam.
Oh yah, yang Misalnya kasus di Adidas Pabrik/Toko. Orang yang bisa bawa orang beli di Adidas, bisa dapet Komisi. Adidas telah menghitung komisi bagi makelar2 mereka ke dalam harga jual Sepatu Adidas.

Di Jogja banyak Art Shop menerapkan hal itu untuk jualan Silver, Lukisan, Gerabah, dll. Guide yang bisa bawa Turis datang, mereka dapet komisi. Harga jual dagangan mereka mahal (untuk kantong orang2 domestik) karena di situ udah ada biaya untuk makelar. 

Harga Jual = Biaya Pokok Produksi + Biaya Operasional + Biaya Pemasaran (Termasuk Biaya Makelar) + Pajak + laba.

Jika biaya makelar nggak dihitung tetapi tetap memberi ke makelar, maka penjual harus mengorbankan biaya produksi atau biaya operasional atau nggak bayar pajak atau nggak dapet laba.

Gimana nih? Mau ambilkan uang dari mana untuk Makelar ?
Bentar lagi dia datang...
:D

Biasanya...
Hukum Islam nggak akan salah, 
tapi kitanya yang kurang bener dalam memaknai.

Gimana ?
;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam.<br />
Oh yah, yang Misalnya kasus di Adidas Pabrik/Toko. Orang yang bisa bawa orang beli di Adidas, bisa dapet Komisi. Adidas telah menghitung komisi bagi makelar2 mereka ke dalam harga jual Sepatu Adidas.</p>
<p>Di Jogja banyak Art Shop menerapkan hal itu untuk jualan Silver, Lukisan, Gerabah, dll. Guide yang bisa bawa Turis datang, mereka dapet komisi. Harga jual dagangan mereka mahal (untuk kantong orang2 domestik) karena di situ udah ada biaya untuk makelar. </p>
<p>Harga Jual = Biaya Pokok Produksi + Biaya Operasional + Biaya Pemasaran (Termasuk Biaya Makelar) + Pajak + laba.</p>
<p>Jika biaya makelar nggak dihitung tetapi tetap memberi ke makelar, maka penjual harus mengorbankan biaya produksi atau biaya operasional atau nggak bayar pajak atau nggak dapet laba.</p>
<p>Gimana nih? Mau ambilkan uang dari mana untuk Makelar ?<br />
Bentar lagi dia datang&#8230;<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Biasanya&#8230;<br />
Hukum Islam nggak akan salah,<br />
tapi kitanya yang kurang bener dalam memaknai.</p>
<p>Gimana ?<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Komisi Untuk Broker/Makelar Dalam Islam oleh wjogja</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1833</link>
		<dc:creator>wjogja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 10:28:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1833</guid>
		<description>Untuk sebuah perusahaan yang kecil atau amatiran, itu bisa. Kalau untuk perusahaan besar itu sulit. Perusahaan besar harus membayar ini itu yang sifatnya pasti. Bahkan jaman sekarang banyak perusahaan yang lebih suka sewa mobil/truk/ac/computer karena secara accounting lebih mudah dihitung dan lebih pasti.

Contoh Kasus:
Misal saya punya Perusahaan HP. Karena UU Anti Monopoli, maka saya kerja sama dengan Distributor2 (Pihak 3). 

Distributor harus menjual dengan harga kesepakatan (harga yang sama untuk semua distributor di semua wilayah). Banyak perusahaan yang melakukan seperti ini, karena banyak faktor (jika dijelaskan panjang).

Tentu saja kami harus menghitung semua beban biaya, hingga ditemukan harga jual resmi yang berlaku untuk seluruh wilayah.

Contoh lain: Orang Jualan Premium, Solar Pertamina. Dari Pusat harganya sudah ditetapkan, fixed. Distributor resmi menjual dengan kesepakatan, tidak boleh seenaknya, bahkan diawasi.

Dalam hal ini Para Distributor berperan sebagai Makelar. Jika Pom Bensin tutup, dia nggak menjual ya gak dapet duitnya.

Makasih.
;)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk sebuah perusahaan yang kecil atau amatiran, itu bisa. Kalau untuk perusahaan besar itu sulit. Perusahaan besar harus membayar ini itu yang sifatnya pasti. Bahkan jaman sekarang banyak perusahaan yang lebih suka sewa mobil/truk/ac/computer karena secara accounting lebih mudah dihitung dan lebih pasti.</p>
<p>Contoh Kasus:<br />
Misal saya punya Perusahaan HP. Karena UU Anti Monopoli, maka saya kerja sama dengan Distributor2 (Pihak 3). </p>
<p>Distributor harus menjual dengan harga kesepakatan (harga yang sama untuk semua distributor di semua wilayah). Banyak perusahaan yang melakukan seperti ini, karena banyak faktor (jika dijelaskan panjang).</p>
<p>Tentu saja kami harus menghitung semua beban biaya, hingga ditemukan harga jual resmi yang berlaku untuk seluruh wilayah.</p>
<p>Contoh lain: Orang Jualan Premium, Solar Pertamina. Dari Pusat harganya sudah ditetapkan, fixed. Distributor resmi menjual dengan kesepakatan, tidak boleh seenaknya, bahkan diawasi.</p>
<p>Dalam hal ini Para Distributor berperan sebagai Makelar. Jika Pom Bensin tutup, dia nggak menjual ya gak dapet duitnya.</p>
<p>Makasih.<br />
 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Hukum Komisi Untuk Broker/Makelar Dalam Islam oleh wjogja</title>
		<link>http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1832</link>
		<dc:creator>wjogja</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 08:31:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://jacksite.wordpress.com/2007/07/16/hukum-komisi-untuk-brokermakelar-dalam-islam/#comment-1832</guid>
		<description>Setahu saya ada 2 model kebijakan harga dalam bisnis. 
1. Harga tetap (Biasanya memiliki kontrak jual beli)
Contoh: Jualan Rokok, Jualan Tiket, Jualan Sepatu Nike Adidas, Jualan HP Resmi (Nokia, Siemen, dll), Jualan Motor resmi.

2. Harga bebas (Biasanya tidak ada kontrak)
Contoh: Jualan Kerupuk, Jualan Piring, Jualan Kayu, dll

Yang berdosa adalah kalau melanggar kontrak / Perjanjian.

Kalau Penjual mau jualan, mestinya menghitung:
Biaya Pokok Produksi + Biaya Operasional + Biaya Pemasaran (Termasuk Biaya Makelar) + Pajak. Setelah dihitung, baru ditetapkan harga jual. Akhirnya juga mempertimbangkan harga pasar, krn klo kemahalen juga ga laku.
;)
Bagaimana pendapat Anda ?




&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Abu al Maira :&lt;/strong&gt;

Hanya saja anda memasukkan fee untuk makelar/broker sebagai biaya pemasaran. 
Kalau mau dianalisa lebih lanjut, fee untuk broker baru terealisasi ketika transaksi penjualan dilakukan, jadi sifatnya variabel. 

Contoh simple, saya menjual rumah seharga 500juta. Saya gunakan jasa makelar, dimana si makelar akan menerima 1% dari harga yg terjadi. Jadi fee untuk makelar dikeluarkan setelah transaksi terjadi. Jika transaksi tidak terjadi, berarti si makelar tidak menerima apapun. 
Lain kasusnya jika saya menerapkan pembebanan fee untuk makelar ke dalam harga jual, ini yg dilarang seperti dimaksud dalam fatwa di atas.

Lain halnya jika biaya pemasaran secara umum. Biaya ini sudah dibebankan kepada harga barang sebelum terjadi transaksi, dan sifatnya pun fixed.
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setahu saya ada 2 model kebijakan harga dalam bisnis.<br />
1. Harga tetap (Biasanya memiliki kontrak jual beli)<br />
Contoh: Jualan Rokok, Jualan Tiket, Jualan Sepatu Nike Adidas, Jualan HP Resmi (Nokia, Siemen, dll), Jualan Motor resmi.</p>
<p>2. Harga bebas (Biasanya tidak ada kontrak)<br />
Contoh: Jualan Kerupuk, Jualan Piring, Jualan Kayu, dll</p>
<p>Yang berdosa adalah kalau melanggar kontrak / Perjanjian.</p>
<p>Kalau Penjual mau jualan, mestinya menghitung:<br />
Biaya Pokok Produksi + Biaya Operasional + Biaya Pemasaran (Termasuk Biaya Makelar) + Pajak. Setelah dihitung, baru ditetapkan harga jual. Akhirnya juga mempertimbangkan harga pasar, krn klo kemahalen juga ga laku. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
Bagaimana pendapat Anda ?</p>
<blockquote><p><strong>Abu al Maira :</strong></p>
<p>Hanya saja anda memasukkan fee untuk makelar/broker sebagai biaya pemasaran.<br />
Kalau mau dianalisa lebih lanjut, fee untuk broker baru terealisasi ketika transaksi penjualan dilakukan, jadi sifatnya variabel. </p>
<p>Contoh simple, saya menjual rumah seharga 500juta. Saya gunakan jasa makelar, dimana si makelar akan menerima 1% dari harga yg terjadi. Jadi fee untuk makelar dikeluarkan setelah transaksi terjadi. Jika transaksi tidak terjadi, berarti si makelar tidak menerima apapun.<br />
Lain kasusnya jika saya menerapkan pembebanan fee untuk makelar ke dalam harga jual, ini yg dilarang seperti dimaksud dalam fatwa di atas.</p>
<p>Lain halnya jika biaya pemasaran secara umum. Biaya ini sudah dibebankan kepada harga barang sebelum terjadi transaksi, dan sifatnya pun fixed.
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
