Archive for Juni 13th, 2007

Juni 13, 2007

Tanaman Herba Untuk Obat Batuk


Wortel (Daucus carota).

Wortel diparut, diperas dengan air panas hingga ¾ gelas, diminum 2 kali sehari. Kandungan : Protein, karbohidrat, vitamin A, Glutation, beta karoten.

Mengkudu (Morinda citrifolia).

Buah mengkudu dan jeruk nipis diperas, dimasukkan ke dalam 2 gelas air panas, lalu disaring untuk diminum 3 kali sehari. Kandungan : Morindon, morindin, metil asetil, asam kapril, soranyidiol.

Jahe (Zingiber officinale).

Jahe dibakar dan dimemarkan, direbus bersama-sama adas, kayu manis, cengkeh, dan gula aren. Setelah disaring dapat diminum 3 kali sehari 4 sendok makan untuk dewasa dan 3 kali sehari 2 sendok makan untuk anak-anak. Kandungan : Minyak atsiri, gingerol, resin, zat pati, dan gula.

Jeruk nipis (Citrus aurantifolia).

Air perasan jeruk nipis ditambah madu. Kandungan : Asam sitrat, asam amino, minyak atsiri, dan vitamin B1.

Lidah buaya (Aloe vera) .

Empulur lidah buaya dipotong kecil-kecil kemudian dicampur dengan madu. Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh. Kandungan : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, beta-barbaloin, damar.

Saga (Abrus precatorius).

Daun saga manis bersama-sama kayu manis, cengkeh, adas, pulasari, dan bawang merah serta gula batu, direbus. Diminum 3 kali sehari 10 sendok makan untuk dewasa, 1 sendok makan untuk anak-anak. Kandungan : Saponin, glisirisin, abrin, dan flavonoid.

Sembung (Blumea balsamifera).

Daun sembung dan daun jinten diiris-iris, direbus bersama cengkeh, kemukus, kapulaga, kayu manis, dan adas sebanyak 3 gelas hingga 2 ½ gelas. Diminum 3 kali sehari 8 sendok makan untuk dewasa, 1-5 sendok makan untuk anak-anak. Kandungan : Minyak atsiri, glikosida, tanin.

Sirih (Piper betle).

5 lembar daun sirih bersama cengkeh, kapulaga, kemukus, dan kayu manis direbus. Diminum 3 kali sehari 8 sendok makan untuk dewasa, 1-5 sendok makan untuk anak-anak. Kandungan : Minyak atsiri (kadinen, kavikol, sineol, eugenol), zat samak.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi).

Segenggam bunga belimbing ditambah gula batu direbus dengan segelas air hingga tinggal ½ gelas, diminum pagi dan sore. Kandungan : Asam oksalat dan kalium.

Meniran (Phyllanthus niruri).

3-7 tumbuhan lengkap ditumbuk halus direbus dengan 3 sendok makan air. Rebusannya dicampur madu 1 sendok makan, diminum sekaligus. Kandungan : Kalium, mineral, damar, filantin.

Kencur (Kaempferia galanga).

Kencur dikunyah. Kandungan : Kamfer, borneol, sineol, alkohol.

Iklan
Juni 13, 2007

Batu Empedu


MENURUT penelitian klinis diketahui, wanita yang berumur 50 tahun ke atas, terutama yang bentuk tubuhnya agak gemuk, berisiko merasa ada gejala tidak nyaman di tubuhnya. Gejala utamanya adalah rasa tidak nyaman atau sakit di daerah punggung sebelah kanan, tetapi tidak ada gejala sakit di daerah perut kanan atas, juga tidak mual, muntah dll.

Memang gejala tersebut tidak spesifik. Penderita biasanya tidak mempunyai riwayat infeksi atau adanya batu dalam empedu. Pemeriksaan rutin biasa juga tidak menunjukkan gejala yang berarti, daerah punggung tidak menunjukkan bengkak atau merah, bila ditekan tidak menimbulkan rasa sakit, lengan kanan atas tidak terganggu pergerakannya, perut bagian kanan atas tidak terlihat tegang dan tidak sakit bila ditekan. Tetapi bila di USG (ultrasonografi) di daerah hati dan empedu, dapat dipastikan adanya batu dalam kandung empedu.

Batu empedu (gallstones) yang nama lainnya cholelithiasis adalah adanya batu dalam kandung empedu.

Penyebabnya, insiden dan faktor-faktor risiko. Cholelithiasis biasanya tanpa gejala dan ditemukan pada waktu pemeriksaan rutin sinar X, pembedahan atau otopsi. Batu ini dibentuk dari garam-garam empedu, lecithin, dan kolesterol. Batu-batu ini biasanya berupa butiran halus seperti pasir, atau menjadi besar hingga diameter 2,5 cm.

Gejala-gejalanya timbul bila batu tersebut menyumbat salah satu saluran dari sistem biliaris. Insiden batu empedu adalah 1 di antara 1.000 penduduk. Prevalensinya lebih besar pada wanita dan yang berumur lebih dari 40 tahun.

MencegahSebenarnya tidak ada cara untuk mencegah terjadinya batu empedu. Bila timbul gejala-gejala batu empedu, jagalah makanan Anda dengan makan makanan yang rendah lemak dan mengurangi berat badan. Ini mungkin akan sangat berguna untuk mengontrol gejala-gejala batu empedu.

Namun secara umum gejala-gejalanya antara lain:

1.      Sakit perut terutama sebelah kanan atas, atau di tengah, atau bagian atas. Serangan sakit ini berulang-ulang, rasa sakitnya sangat tajam, kejang, tapi bisa juga tumpul/bias. Kadang-kadang sakit ini menjalar ke bagian belakang atau di bawah tulang belikat kanan. Sakitnya makin parah bila makan makanan yang berlemak dan terjadi segera setelah makan.

2.      Mata dan kulit tubuh menjadi kuning (jaundice) dan Demam (fever).

Ada yang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kaum wanita. Penderita sering tidak merasakan gejala apa-apa. Akan tetapi warna tinja yang pucat seperti dempul, rasa mual dan muntah, bisa menjadi gejala batu empedu. Selain itu, sakit dada bagian atas (heartburn), banyak gas dan sering kentut, atau rasa penuh di daerah perut pun hendaknya dicurigai.

Pengobatan yang biasa dilakukan dokter adalah dengan pembedahan. Itupun hanya dilakukan bila terdapat gejala-gejala. Namun menurut Dr. Lai Chiu Nan, dengan mengatur diet sedemikian rupa, sehingga memacu mengalirnya cairan empedu, dan relaksasi otot katup saluran empedu, membuat batu yang ada di saluran empedu dapat dikeluarkan. 

Juni 13, 2007

Anthrax


Anthrax adalah penyakit hewan yang dapat menular ke manusia dan bersifat akut. Penyebabnya bakteri Bacillus anthracis. Menurut drh Suprodjo Hardjo Utomo MS APU dari Balitvet, bakteri ini bersifat aerob, memerlukan oksigen untuk hidup. Di alam bebas bakteri ini membentuk spora yang tahan puluhan tahun dalam tanah dan bisa menjadi sumber penularan pada hewan dan manusia. Kasus di Bogor tejadi karena spora terbawa banjir. Hewan tertular akibat makan spora yang menempel pada tanaman yang dimakan. Hewan yang mati akibat anthrax harus langsung dikubur atau dibakar, tidak boleh dilukai supaya bakteri tidak menyebar.

Penularan pada manusia bisa lewat kontak langsung spora yang ada di tanah, tanaman, maupun bahan dari hewan sakit (kulit, daging, tulang atau darah). Mengonsumsi produk hewan yang kena anthrax atau melalui udara yang mengandung spora, misalnya, pada pekerja di pabrik wool atau kulit binatang. Karenanya ada empat tipe anthrax, yaitu anthrax kulit, pencernaan/anthrax usus, pernapasan/anthrax paru dan anthrax otak. Anthrax otak terjadi jika bakteri terbawa darah masuk ke otak.
Masa inkubasi anthrax kulit sekitar dua sampai lima hari. Mula-mula kulit gatal, kemudian melepuh yang jika pecah membentuk keropeng hitam di tengahnya. Di sekitar keropeng bengkak dan nyeri.

Pada anthrax yang masuk tubuh dalam 24 jam sudah tampak tanda demam. Mual, muntah darah pada anthrax usus, batuk, sesak napas pada anthrax paru, sakit kepala dan kejang pada anthrax otak. Jika tak segera diobati bisa meninggal dalam waktu satu atau dua hari. Namun obatnya sudah ada, yakni penisilin dan derivatnya. Karena setiap petugas kesehatan sudah dilatih untuk menangani, sebaiknya penderita segera dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit.

Untuk mencegah tertular anthrax dianjurkan untuk membeli daging dari tempat pemotongan resmi, memasak daging secara matang untuk mematikan kuman, serta mencuci tangan sebelum makan.

Penyakit Anthrax termasuk kelompok penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (Zoonosis). Penyakit ini paling sering menyerang ternak herbivora terutama Sapi, domba, Kambing dan selalu berakhir pada kematian. Sasaran berikutnya kuda dan babi. Hewan kelompok omnivora ini bisa lebih bertahan sehingga sebagian penderita selamat dari maut. Serangan pada ayam, belum pernah ada laporan. Berdasar penelitan yang selama ini telah dilakukan, pada manusia, dilaporkan tingkat kematian mencapai 18 persen (dari 100 kasus, 18 penderita meninggal). Penyebab Anthrax, bernama Bacillus anthracis, dapat bersembunyi dalam tanah selama 70 tahun. Bila situasi lingkungan cocok bagi pertumbuhan kuman, misalnya karena tergenang air, B anthracis akan bangkit dari kubur dan menyerang hewan yang ada di sekitarnya. Karenanya, tanah yang tercemar merupakan sumber infeksi dan bersifat bahaya laten. Kumannya dapat terserap akar tumbuh-tumbuhan hingga mencapai daun maupun buah sehingga akan menginfeksi ternak maupun manusia yang mengkonsumsinya.

Sumber infeksi lainnya adalah bangkai ternak pengindap anthrax. Miliaran B anthracis memadati darah (septisemia), organ-organ dalam. Pokoknya seluruh tubuh bangkai, termasuk benda yang keluar dari bangkai, mengandung kuman penyebab anthrax. Dalam 1 mililiter darah setidaknya mengandung 1 miliar B anthracis. Bila B anthracis aktif bersinggungan dengan Oksigen, segera mengubah diri dalam bentuk spora yang memiliki daya tahan hidup lebih tinggi. Dalam bentuk spora ini, kuman penyebab anthrax dapat bertahan hidup sampai 70 tahun di dalam tanah. Spora-spora tersebut dapat diterbangkan angin, atau dihanyutkan aliran air kemudian mencemari apa saja (air, pakan, rumput, peralatan, kendaraan, hewan dan sebagainya). Spora B anthracis yang menempel pada pakan atau air minum dan benda lainnya, bila termakan atau terhirup pernafasan atau menempel pada kulit yang luka akan berubah menjadi bentuk aktif dan masuk ke dalam jaringan serta berkembang biak. Sejak kuman masuk ke dalam tubuh ternak sampai menimbulkan gejala sakit yang disebut masa inkubasi memerlukan waktu antara 1 – 2 minggu.

Pengenalan penyakit

Mendeteksi secara dini penyakit antraks dapat mudah dilakukan bila kalangan medis sudah pernah melihat secara langsung kelainan pathognomonis yang ada seperti eschar pada kulit, yaitu kerak hitam yang berada ditengah ulkus yang mongering. Untuk mengenal penyakit antraks tersebut maka harus diketahui manifestasi klinisnya.

Antraks kulit
Keluhan penderita : demam subfebris, sakit kepala.
Pada pemeriksaan, umumnya di daerah terbuka seperti muka, leher, lengan dan tangan ditemukan kelainan berupa papel, vesikel yang berisi cairan dan jaringan nekrotik berbentuk ulsera yang ditutupi oleh kerak berwarna hitam, kering yang disebut eschar ( pathognomonik ) disekitar ulkus, sering didapatkan eritema dan edema. Pada perabaan edema tersebut tidak lunak dan tidak lekuk ( non pitting ) bila ditekan, disebut juga malignant pustule.

Antraks saluran pencernaan
Keluhan penderita : rasa sakit perut yang hebat, mual, muntah, tidak napsu makan, suhu badan meningkat, hematemesis.
Pemeriksaan fisik : perut membesar dan keras, dapat berkembang menjadi ascites dan edema scrotum.

Antraks paru-paru
Keluhan penderita : demam subfebris, batuk non produktif, lesu, lemah. Dalam 2 ? 4 hari gangguan pernafasan menjadi hebatdisertai suhu yang meningkat, sianosis. Dispneu, keringat berlebihan, detak jantung menjadi lebih cepat.
Pemeriksaan fisik : edema subkutan di daerah dada dan leher.

Antraks meningitis : akibat dari komplikasi bentuk antraks yang lain. Gejala klinis seperti randang otak maupun selaput otak yaitu demam, sakit kepala hebat, kejang, penurunan kesadaran, kaku kuduk.