Batu Empedu


MENURUT penelitian klinis diketahui, wanita yang berumur 50 tahun ke atas, terutama yang bentuk tubuhnya agak gemuk, berisiko merasa ada gejala tidak nyaman di tubuhnya. Gejala utamanya adalah rasa tidak nyaman atau sakit di daerah punggung sebelah kanan, tetapi tidak ada gejala sakit di daerah perut kanan atas, juga tidak mual, muntah dll.

Memang gejala tersebut tidak spesifik. Penderita biasanya tidak mempunyai riwayat infeksi atau adanya batu dalam empedu. Pemeriksaan rutin biasa juga tidak menunjukkan gejala yang berarti, daerah punggung tidak menunjukkan bengkak atau merah, bila ditekan tidak menimbulkan rasa sakit, lengan kanan atas tidak terganggu pergerakannya, perut bagian kanan atas tidak terlihat tegang dan tidak sakit bila ditekan. Tetapi bila di USG (ultrasonografi) di daerah hati dan empedu, dapat dipastikan adanya batu dalam kandung empedu.

Batu empedu (gallstones) yang nama lainnya cholelithiasis adalah adanya batu dalam kandung empedu.

Penyebabnya, insiden dan faktor-faktor risiko. Cholelithiasis biasanya tanpa gejala dan ditemukan pada waktu pemeriksaan rutin sinar X, pembedahan atau otopsi. Batu ini dibentuk dari garam-garam empedu, lecithin, dan kolesterol. Batu-batu ini biasanya berupa butiran halus seperti pasir, atau menjadi besar hingga diameter 2,5 cm.

Gejala-gejalanya timbul bila batu tersebut menyumbat salah satu saluran dari sistem biliaris. Insiden batu empedu adalah 1 di antara 1.000 penduduk. Prevalensinya lebih besar pada wanita dan yang berumur lebih dari 40 tahun.

MencegahSebenarnya tidak ada cara untuk mencegah terjadinya batu empedu. Bila timbul gejala-gejala batu empedu, jagalah makanan Anda dengan makan makanan yang rendah lemak dan mengurangi berat badan. Ini mungkin akan sangat berguna untuk mengontrol gejala-gejala batu empedu.

Namun secara umum gejala-gejalanya antara lain:

1.      Sakit perut terutama sebelah kanan atas, atau di tengah, atau bagian atas. Serangan sakit ini berulang-ulang, rasa sakitnya sangat tajam, kejang, tapi bisa juga tumpul/bias. Kadang-kadang sakit ini menjalar ke bagian belakang atau di bawah tulang belikat kanan. Sakitnya makin parah bila makan makanan yang berlemak dan terjadi segera setelah makan.

2.      Mata dan kulit tubuh menjadi kuning (jaundice) dan Demam (fever).

Ada yang perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama kaum wanita. Penderita sering tidak merasakan gejala apa-apa. Akan tetapi warna tinja yang pucat seperti dempul, rasa mual dan muntah, bisa menjadi gejala batu empedu. Selain itu, sakit dada bagian atas (heartburn), banyak gas dan sering kentut, atau rasa penuh di daerah perut pun hendaknya dicurigai.

Pengobatan yang biasa dilakukan dokter adalah dengan pembedahan. Itupun hanya dilakukan bila terdapat gejala-gejala. Namun menurut Dr. Lai Chiu Nan, dengan mengatur diet sedemikian rupa, sehingga memacu mengalirnya cairan empedu, dan relaksasi otot katup saluran empedu, membuat batu yang ada di saluran empedu dapat dikeluarkan. 

Iklan

One Comment to “Batu Empedu”

  1. salam kenal,saya mike mau tanya adakah cara lain selain pembedahan dalam hal penyakit ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: