Hukum Puasa Tanpa Izin Suami


 Boleh bagi wanita berpuasa sunnah sedangkan suaminya tidak hadir (tidak ada

di sisinya) walaupun suaminya tidak mengizinkannya. Telah shahih di dalam Shahih

Bukhari bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda : “Janganlah seorang wanita itu berpuasa sedangkan suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya.”

Apabila suaminya tidak mengizinkan sedangkan ia tidak hadir dan tidak pula ada di

sisi isterinya maka tidak dianggap izinya. Wanita ini, ia meminta izin kepada

suaminya sedangkan suaminya gho`ib (tidak ada di sisinya, jauh dari dirinya, pent.)

dan tidak ada di sampingnya dan suaminya itu tidak mengizinkan (maka tidak

dianggap izinnya), karena izin itu (dianggap apabila) ia bertemu, hadir dan ada di

sisi isterinya, apabila suaminya itu ada di sisinya maka janganlah wanita itu

berpuasa sunnah kecuali atas izinnya, dan apabila suaminya hadir dan sang isteri

hendak berpuasa wajib, seperti puasa qodho’ (pengganti), kafarat, yamin (sumpah)

ataupun nadzar maka tidak dianggap izin suaminya di dalam puasa yang wajib.

Sumber :

Dialihbahasakan dari Mi`ah Fatawa Lifadhilatisy Syaikh Masyhur, dikumpulkan dari website pribadi beliau [http://www.mashhoor.net] dan disebarkan oleh http://www.aqsasalafi.com, Markaz lit tahmil (Download Center), Ruknul Masya`ikh asy-Syaam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: