Bisnis Darah dan Anjing Haram Dalam Islam


Bisnis (Jual Beli) Darah

Dari Aun bin Abi Juhaifah, dari ayahnya bahwasannya Rasulullah shalallahu alaihi walasam melarang jual beli darah dan anjing. [HR Bukhari 2086]

Dilarang menjual darah karena ia adalah najis. Sebagian ulama membawakan larangan dalam hadits tersebut kepada larangan mengambul upah membekam. Dan mereka mengatakan hukummnya adalah makruh tanzih. [Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah VIII/25].

Para ulama berselisih penbdapat tentang larangan tersebut, ada yang mengatakan maksudnya upah bekam, dan ada yang mengatakan sebagai jual-beli darah. Dalam hal ini yang diharamkan adalah jual-beli darah, karena samahalnya dengan jual-beli bangkai dan bani. Berdasarkan ijma, haram hukumnya dan mengambil hasilnya. [Ibnu Hajar dalam Faathul Baari IV/427]

Hanya saja yang diperlu diperhatikan ini bukanlah masalah donor darah. 

Bisnis (Jual Beli) Anjing

Dari Aun bin Abi Juhaifah, dari ayahnya bahwasannya Rasulullah shalallahu alaihi walasam melarang jual beli darah dan anjing. [HR Bukhari 2086]

Dari Abu Zubair, “Aku bertanya kepada jabir tentang jual beli anjing dan kucing. Ia (Jabir) berkata, “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam telah melarangnya“”. [HR Muslim 1569]

Dari Rafi bin Khadij, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Seburuk-buruk usaha adalah mahar (upah) pezina, hasil jual beli anjing dan upah tukang bekam“. [HR Muslim 1568]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Hasil jual beli anjing tidak halal, bayaran untuk dukun tidak halal dan hasil melacur juga tidak halal“. [Shahih, HR Abu Daud (3484), An Nasa’I (VII/189-190), Ahmad (II/332,415,500), Al Hakim (II/33), Baihaqi (VI/126), Ibnu Hibban (4941)]

Dalam hal ini, dikecualikan bisnis jual beli anjing untuk berburu berdasarkan hadits dari Jabir bin Abdilah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasalam melarang jual beli kucing dan anjing kecuali anjing berburu“. [Shahih, HR An Nasai (VII/190-309), Ahmad (III/317), Baihaqi (VI/6), Daruquthni (III/73).

Sumber :

Ensiklopedi Larangan Menuruh Al Qur’an dan As Sunnah, Syaikh Salim bin Ied Al Hilaly, Pustaka Imam Asy Syafi,i.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: