Hukum Menyebutkan Hadits Dhaif Tanpa Menjelaskan Kelemahannya


Dalam al Baits ‘ala Inkar al Bida’ wa al Hawadits, Abu Syamah berkata : “Menurut para peneliti hadits dan ulama ahli hukum Islam… jika memang telah diketahui kelemahan hadits, maka perlu dijelaskan. Kalau tidak ada ancaman Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, “Barangsiapa mengada-ada tentang aku dengan sebuah hadits yang diketahui itu dusta berarti ia salah seorang dari dua orang pendusta“. [HR Muslim].”Orang yang mengetahui kelemahan hadits tetapi diam saja, maka mereka termasuk ke dalam ancaman hadits di atas.

Dalam kitab Adh-Dhu’afa I/7-8, Ibnu Hibban berkata, “Dalam berita ini ada petunjuk ada ahli hadits yang menceritakan kabar yang diada-adakan tidak bersumber dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, padahal ia tahu itu dusta maka ia termasuk salah satu dari dua pendusta. Nabi shalallahu alaihi wasalam tidak mengatakan “Dia yakin bahwa dirinya berdusta”. Maka setiap orang yang ragu akan keshahihan suatu apa yang diriwayatkannya maka ia termasuk ke dalam sasaran hadits di atas“.

Orang yang tidak mengetahui kelemahan hadits termasuk berdosa juga karena ia menisbatkannya (menyandarkan) kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam tanpa disertai ilmu. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda, “Cukuplah kebohongan seseorang dengan menceritakan setiap yang ia dengar“. [HR Muslim No.5 dalam mukaddimah shahihnya, ditakhrij dalam Ash Shahihah hal 205].

Kemudian dalam Adh Dhu’afa I/9, Ibnu Hibban berkata, “Dalam berita ini ada larangan menceritakan setiap apa yang didengar hingga mengetahui kebenarannya“.

Dalam Qowa’id at Tahdits, Imam Nawawi menjelaskan, “Orang yang tidak mengetahui kelemahan suatu hadits tidak boleh menjadikannya sebagai hujjah (dalil) sebelum melakukan pengkajian dan penelitian secara cermat jika ia mampu, atau bertanya kepada ahlinya jika ia tidak memiliki kemampuan“.

Sumber :

Tammamul Minnah, Edisi Indonesia, Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani, Maktabah Salafy Press

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: