Hukum Sujud Syukur Dalam Islam


Sujud sykur adalah sujud yang dilakukan sebagai rasa syukur atas nikmat yang diturunkan Allah ta’ala atau tercegahnya sesuatu yang tidak diinginkan. (Al-Majmu’ oleh An-Nawawi 2/68, Syarhu Muntaha Al-Iradah 1/240, dan Al-Mughni 2/371).

 

Hukum Sujud Syukur

Para ulama telah bersepakat bahwa sujud syukur hukumnya tidak wajib. (Majumu’ Fataawaa Ibnu taimiyyah 21/293). Kemudian mereka berpendapat, apakah hukumnya sunnah atau bukan sunnah.

Pendapat terkuat adalah pendapat yang mengatakan sunnah, sebagaimana yang dinyatakan Imam Syafi’I dalam Al-Umm 1/134, Imam Ahmad dalam Al-Inshaf 2/200, Imam Malik dalam Al-Majmu’ 4/70, dan Imam Hanafi dalam Fathul-Mu’in ‘alaa Syarh Al-Kanzi 1/299. Hal ini didasari oleh hadits :

عَنْ أَبِيْ بَكْرَةٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشّرَ بِهِ خَرُّ سَاجِدًا شَاكِرًا للهِ


“Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam apabila datang kepadanya suatu perkara yang menyenangkan, beliau langsung bersungkur bersujud”
(HR. Abu Dawud 2774, Tirmidzi 1578, Ibnu Majah 1394,; hadits ini dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Sunan Abi Dawud).

Cara Sujud Syukur

Tidak disyari’atkan bertakbir dalam sujud syukur, tidak ada tasyahud, dan tidak ada salam. Syaikhul Islam mengomentari perkataan para ulama yang mengharuskan bertakbir, tasyahud, dan salam untuk sujud syukur : “Perkataan mereka sama sekali tidak ada dasarnya, tidak dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dan juga tidak dari seorang pun dari kalangan para shahabat. Akan tetapi itu hanya sekedar pendapat akal pikiran mereka yang disebabkan pengqiyasan sujud syukur ini kepada masalah shalat. (Majmu’ Fataawaa Ibnu Taimiyah 23/169).

Apa yang Dibaca Ketika Melakukan Sujud Syukur

Tidak ada doa khusus untuk sujud syukur dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Imam Syaukani berkata : “Bagi yang melakukan sujud syukur selayaknya memperbanyak syukur kepada Allah ta’ala karena maksud sujud ini adalah syukur kepada Allah yang telah memberinya nikmat”. (As-Sailul-Jarar 1/285).

Sumber :

www.myquran.org
 

2 Komentar to “Hukum Sujud Syukur Dalam Islam”

  1. Akh,…. ahsan hadits yang tertulis di atas (yang rusak dalam tampilan html nya) bisa diganti dengan ini :

    عَنْ أَبِيْ بَكْرَةٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ إِذَا جَاءَهُ أَمْرُ سُرُورٍ أَوْ بُشّرَ بِهِ خَرُّ سَاجِدًا شَاكِرًا للهِ

    Semoga bermanfaat,…. baarakallaahu fiik

    Abul Maira :

    Syukran, baarakallahu fiik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: