Apakah belajar harus dibimbing oleh seorang guru ?


 Syaikh Bakr bin Abdillah Abu Zaid berkata :

Pada dasarnya belajar itu harus dengan cara mendengar langsung dari guru, duduk bersama mereka, dan mendengarkan langsung dari mulut mereka. Bukan belajar sendiri dari kitab. Karena belajar yang langsung dari guru adalah mengambil nasab ilmu dari pembawa nasab ilmu yang berakal yaitu sang guru. Adapun kalau belajar sendiri dari kitab, kitab itu hanyalah benda mati. Maka bagaimana mungkin nasab ilmu bisa tersambung?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata ketika mensyarah perkataan Syaikh Bakr di atas :

Ini juga perkara yang harus diperhatikan oleh para penuntutu ilmu, yaitu harus belajar dari seorang guru, karena itu bisa menghasilkan 2 faidah atau lebih :

Pertama, menyingkat waktu. Daripada seorang murid harus membolak-balik isi kitab dan melihat mana yang pendapat yang lebih rajih dan apa sebab kerajihannya. Juga mana pendapat yang lemah dan apa sebab kelemahannya. Namun jika belajar dari seorang guru, sudah merupakan makanan matang. Seorang guru tinggal berkata,”Para ulama dalammasalah ini berbeda pendapat menjadi dua pendapat atau tiga atau lebih, yang lebih rajih adalah pendapat yang ini dengan dalil begini”. Cara ini lebih bermanfaat bagi seorang murid.

Kedua, bisa cepat paham. Seorang apabila membaca dengan bimbingan guru akan cepat paham dibandingkan dengan yang membaca kitab sendiri. Karena jika ia membaca kitab sendiri mungkin butuh mengulangi satu alenia empat atau lima kali bahkan mungkin saja bisa salah memahaminya.

Tiga, adanya hubungan antara murid dan guru, dan ini merupakan hubungan antara ahli ilmu dari yang kecil sampai yang besar.

Inilah beberapa faidah belajar dengan bimbingan guru. Namun sebagaimana yang telah kami sebutkan terdahulu bahwa wajib bagi seorang murid untuk memilih guru dari kalangan ulama’ yang mumpuni keilmuannya lagi mempunyai amanah, dalam artian ilmunya bukan sekedar pas-pasan namun benar-benar mengetahui ilmunya. Juga jika sang guru ahli ibadah, maka akan bisa ditiru oleh muridnya.
Diambil dari : Syarah Hilyati Thaalibul-‘Ilm karya Syiakh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

Iklan

3 Komentar to “Apakah belajar harus dibimbing oleh seorang guru ?”

  1. bgmn hukumnya jika belajar dari mendengar
    dari radio , dimana kadang ada sesi interaktif
    tanya jawab lewat telpon ?

    Abu Al Maira :

    Silahkan akhi…. Jika anda memang agak sulit dalam mengatur waktu untuk mengikuti pengkajian secara langsung.

  2. usul sedikit pak,
    itu file2 yg bisa didownload di katagori ahkam,
    sptnya banyak yg sudah tidak valid link nya.

    mungkin ada url lain ?

  3. Adakah Referensi dimana saya bisa belajar ke seorang Guru yang kredibilitasnya teruji, selama ini ana hanya belajar lewat media2 internet,buku.wassalam

    Abu Al Maira :

    Maaf sebelumnya, saya tidak bisa menentukan tingkat kredibilitas para ustadz2, soalnya saya sendiripun masih belajar pak. Mengenai tempat penkajian, ada baiknya anda cari informasi tentang tempat kajian salaf yang dekat dengan tempat tinggal anda. Maaf kalau kurang bisa membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: