Hukum Syariat Zakat Profesi


Zakat atas penghasilan atau zakat  profesi adalah istilah yang muncul dewasa ini. Adapun istilah Ulama salaf bagi zakat atas penghasilan atau profesi biasanya di sebut dengan “Almalul mustafad”. Yang termasuk dalam kategori zakat mustafad adalah,  pendapatan yang dihasilkan dari profesi non zakat yang dijalani,  seperti gaji pegawai negeri/swasta, konsultan, dokter, dan lain-lain, atau rezeki yang di hasilkan secara tidak terduga seperti undian, kuis berhadiah (yang tidak mengandung unsur judi), dan lain-lain.

Mayoritas Ulama’ tidak mewajibkan zakat atas hasil yang didapat dengan cara di atas. Namun ulama’ kontemporer seperti D.R.Yusuf Qordlowi berpendapat wajib di keluarkan zakatnya, hal demikian merujuk pada salah satu riwayat pendapat dari Imam Ahmad bin Hanbal (Madzhab Hanbali) dan beberapa riwayat yang menjelaskan hal tersebut.

Diantaranya adalah riwayat dari Ibnu Mas’ud, Mu’awiyyah, Awza’i dan Umar bin Abdul Aziz yang menjelaskan bahwa beliau mengambil zakat dari ‘athoyat (gaji rutin), jawaiz (hadiah) dan almadholim (barang ghosob/curian yang di kembalikan). Abu Ubaid meriwayatkan,  “Adalah Umar  bin Abdul Aziz, memberi upah pada pekerjanya dan mengambil zakatnya, dan apabila mengembalikan almadholim (barang ghosob/curiang yang di kembalikan) diambil zakatnya, dan beliau juga mengambil zakat dari ‘athoyat (gaji rutin) yang di berikan kepada yang menerimanya.

Donlod Artikel 

6 Komentar to “Hukum Syariat Zakat Profesi”

  1. jadi sptnya tidak ada syariat nya ya pak ?

    dan juga uang yg sama akan dizakati
    lebih dari sekali dalam setahun untuk uang yg
    sama ya ..

    btw, ttg file yg susah didownload gimana pak 🙂

    Abu Al Maira :

    Yaaa… kurang lebih seperti itulah jawabannya…. Allahu ‘alam.

    Untuk file yang bermasalah, coba antum cari di http://www.abusalma.wordpress.com

  2. Pak Abu,
    sy baca di buku Albani ttg sholat, doa iftitah ada banyak macam,diantaranya
    -‘Allahuakbar kabiro …sd .. hibukrota wa asila’
    dan
    -‘wajjahtuh wajhiya …. dst (panjang)’

    namun yg kebanyakan disini yg dibaca
    adalah gabungan diatas ‘Allahuakbarkabiro dst’
    plus
    ‘wajjahtu dst namun hanya separo( hanya sampai
    umirtu wa ana minal muslimin’

    dan sy pernah dengar hal ini tidak diperbolehkan.
    apakah bisa memuat artikel ttg ini ?

    terima kasih
    wassalam

    Abu Al Maira :
    Saran saya, selama hadits2 tentang doa iftitah adalah hadits shahih/hasan, berarti kita bisa mengamalkannya. Dan hadits2 tentang bacaan doa iftitah itupun cukup banyak. Adapun sumber rujukan yang anda baca, insya Allah sama dengan saya, Sifat Sholat Nabi – Syaikh Al Albani.

    Yang tidak boleh adalah jika kita mengamlkan yang tidak ada tuntunannya, mungkin itu yang dimaksudkan tidak boleh.

    Jadi tidak ada yang dipertentangkan di dalamnya.

    Allahu ‘alam

  3. maksudnya gini pak, apakah boleh membaca
    iftitahnya dg lafal spt ini , lafal ini yg banyak
    dan umum dibaca di indonesia

    “Alloohu akbaru kabiiroo, wal-hamdu-lillaahi ka-tsiiroo, wasub-haanalloohi buk-rotaw-wa-ashiilaa,
    Wajjahtu waj-hiya lillaa-dzii fathoros-samaawaati wal-ardho haniifam-muslimaw- wamaa ana minal-musy-rikiin. Innash-sholaatii wanusukii wamah-yaaya wamamaatii lillaahi robbil’aalamiin. Laa syarikalahuu wabi-dzaalika umirtu wa ana awwalul-muslimiin”

    bukankah doa diatas adalah GABUNGAN
    2 iftitah ? dimana salah satunya hanya diambil
    setengahnya?

    terus, sy sedang cari hadis/dalil yg tidak membolehkan membalik/mengangkat telapak
    tangan ketika mengucap salam di tasyahud akhir.
    apakah benar ada larangannya ?

    sukron

    Abu Al Maira :

    Terus terang saya juga belum menemukan dalil penggabungan 2 doa iftitah yang umum di Indonesia seperti yang antum ceritakan. Jadi baiknya ya ambil saja lah yang ada tuntunannya dari hadits yang shahih. Kalau saya rutinnya membaca “Allahumma baid baini….”

    Kalau mengenai membalik telapak tangan pada waktu salam, terus terang saya belum pernah menemukan hadits/riwayat yang memerintahkan/mencontohkan demikian. Jadi karena tidak ada perintah/contohnya, ya tidak usah dikerjakan.

    Allahu ‘alam

  4. pak ,
    ini sy nemu yg kesalahan/dilarang waktu salam

    Gerak yang dilarang

    Sering terlihat orang yang mengucapkan salam ketika menoleh ke-kanan dibarengai dengan gerakan telapak tangan dibuka kemudian ketika menoleh ke kiri tangan kirinya di buka. Gerakan tangan ini dilarang oleh shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    “Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit-birit dikejar binatang buas? Bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam, hendaklah ia berpaling kepada temannya dan tidak perlu menggerakkan tangannya.” [Ketika mereka sholat lagi bersama Rasullullah, mereka tidak melakukannya lagi]. (Pada riwayat lain disebutkan: “Seseorang diantara kamu cukup meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian ia mengucapkan salam dengan berpaling kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan saudaranya di sebelah kiri).
    (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim, Abu ‘Awanah, Ibnu Khuzaimah dan At-Thabrani).

    http://mifty-away.tripod.com/id5.html

    yg gabungin iftitah belum nemu nih 🙂

  5. apakah sama antara zakat profesi dengan zakat harta?
    zakat tersebut dikeluarkan setipa bulan apa setiap tahun..?

    Abu Al Maira :

    ya beda…. Kebetulan saya termasuk yang mengikuti pendapat bahwa tidak ada zakat profesi…

    Kalau zakat harta, ya kalau sudah sampai haul 1 th dan sampai nishabnya

  6. Saya berpendapat lain sebaiknya zakat profesi harus ada karena dapat membersihkan harta selain itu melatih kita (manusianya/person/individu) untuk berjiwa dermawan. Dan disalurkan melaui lembaga yang independen dan amanah.

    Abu al Maira :

    Hendaknya anda menggunakan dalil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: