Hukum Qunut Terus Menerus


 Ada tiga pendapat dikalangan para ulama, tentang disyariatkan atau tidaknya qunut Shubuh.

Pendapat pertama 

Qunut shubuh disunnahkan secara terus-menerus, ini adalah pendapat Malik, Ibnu Abi Laila, Al-Hasan bin Sholih dan Imam Syafi’iy.

Pendapat kedua 

Qunut shubuh tidak disyariatkan karena qunut itu sudah mansukh (terhapus hukumnya). Ini pendapat Abu Hanifah, Sufyan Ats-Tsaury dan lain-lainnya dari ulama Kufah.

Pendapat ketiga 

Qunut pada sholat shubuh tidaklah disyariatkan kecuali pada qunut nazilah maka boleh dilakukan pada sholat shubuh dan pada sholat-sholat lainnya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad, Al-Laits bin Sa’d, Yahya bin Yahya Al-Laitsy dan ahli fiqh dari para ulama ahlul hadits.

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

Iklan

9 Komentar to “Hukum Qunut Terus Menerus”

  1. Doloo waktu sayah mingsih kecil sayah mbaca Qunut.
    Maklum, lingkungan ngaji di surau kan NU.

    Terus menjelang dewasa, sayah ngikutin anjuran ndak usah mbaca Qunut. dan entah gimana, sayah nurut jugak, tanpa nanya hujjah nya.

    Sekiyan taon berlalu, sayah ndak pernah mbaca Qunut. Sampe akhirnya sayah malah lupa….

    Abu Al Maira :

    Ya, tapi bacaannya jangan dilupain mas…

  2. knp jgn dilupain pak ?
    sy malah gak apal krn gak pernah qunut.
    kapan doa tsb dibaca ?

    btw, kl imam pake qunut, kita diam saja ya ?

    Abu Al Maira :

    Sesuai hadits2 yang udah disebutkan, yang menjadi masalah bukanlah membaca qunut [qunut bukanlah inkarul amal], tapi membiasakan qunut secara terus menerus khusus pada sholat shubuh yang menjadi masalah. Tapi jika sesekali dilakukan misalnya pada saat minta kebaikan, mendapat musibah / minta pertolongan, atau pada waktu2 lain yang bisa kita rujuk ke hadits2 yang ada.

    Qunut itu sendiri pelaksanaannya juga bermacam-macam, insya Allah nanti saya copaskan.

    Ya kalau saya berprinsip, imam itu untuk diikuti. Jadi kalau imam membacakan qunut, ya tinggal kita ikuti. Tapi jika ada kemungkinan di masjid/mushalla tertentu membaca qunut dijadikan suatu kebiasaan/rutinitas pada waktu sholat shubuh, ya toh ada alternatif untuk sholat di masjid/musholla lain.

    Allahu ‘alam

  3. Maap, ya Abu.
    Sayah mau cengengesan….

    Tapi jika ada kemungkinan di masjid/mushalla tertentu membaca qunut dijadikan suatu kebiasaan/rutinitas pada waktu sholat shubuh, ya toh ada alternatif untuk sholat di masjid/musholla lain.

    Hal nyang sayah quote itu nyang membuwat ‘Salafy’ dianggep ‘laen’ sama jamaah di masjid, dimana Qunut biasa dibaca… 😉

    Abu Al Maira :

    Lain, karena yang melihat tidak biasa melihat perkara yang tidak biasa karena ketidaktahuan dan menanggap yang tidak biasa tidak bisa diterima karena tidak biasa menerima perkara khilaf walau didukung dengan dalil2 yang ada

  4. apakah ada syariatnya doa berjamaah di sela2 solat tarawih dan selesai solat tarawih? bagaimana sikap kita apakah ikut berdoa jg ato diam?

    Abu Al Maira :

    Memang ada doa yang dibaca yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, tapi tidak seperti pada tarawih di masjid2 kita pada umumnya yang sama sekali tidak ada tuntunannya….

    Selama tidak ada tuntunannya, ya tidak usah diikuti… Berdoa saja sendiri sesuai dengan tuntunan yang shahih…

    Allahu ‘alam

  5. Asalammualaikum
    Tanya nih Qunut subuh adalah masalah yang khilaf, sedangkan dari tiga pendapat diatas ada yang mensunahkannya, apakah ada juga yang membid’ahkannya dan kenapa mereka membid’ahkannya sedangkan bid’ah dan sunah bertolak belakang?
    mohon penjelasan dengan dalil.

    Abu al Maira :

    Alaikumussalam warahmatullah…

    Pada dasarnya ini masalah khilaf… Kalau anda baca dengan teliti, anda bisa mengetahui dasar2 pendapat yang membidahkannya…

    Bahwasannya dalil2 yang dipegang oleh pendapat yang menjalankan qunut terus-menerus adalah lemah….

    Allahu ‘alam……

  6. Anda mengatakan dalilnya lemah, padahal anda belum menelusuri. Apakah cara Anda menetapkan hukum seperti ini?

    Abu al Maira :
    Inilah anda seperti yang saya perkirakan sebelumnya… Harap diingat, saya tidak mengatakan dalilnya lemah tetapi saya menyampaikan bahwa dalil ini lemah berdasarkan penilaian Syaikh dengan alasan bla bla bla…

    Dan disinipun saya tidak menetapkan hukum apapun…

  7. Oh begitu. Jadi, yang mengatakan dalilnya lemah bukan anda, tetapi Syaikh Al-Albani. Dan anda menyetujuinya. Apakah benar begitu?

  8. untuk masalah fatihah di belakang imam, bukankah ada hadits yg menyebutkan “apabila imam takbir maka makmum ikut takbir, dan apabila imam membaca bacaan maka makmum harus diam” karena bacaan imam adalah bacaan makmum

    Abu al Maira :

    Yang anda tanyakan sudah pernah dibahas di kategori fiqh dan sholat…. Coba anda telusur disana…

  9. kiranya bagi para penanya untuk tidak mengetes atau menguji tapi mencari mana yang lebih baik untuk diikuti…
    allauhu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: