Seputar Masbuk


 MENDAPATKAN RUKU’ BERARTI MENDAPATKAN SATU RAKA’AT [WALAUPUN TIDAK MEMBACA AL FATIHAH]

Dari Muhammad bin Nashr telah menceritakan kepada kami, (ia berkata) : Harmalah bin Yahya telah menceritakan kepada kami, (ia mengatakan) : Ibnu Wahb telah menceritakan kepada kami, (ia berkata) : Ibnu Juraij memberi khabar kepada saya dari Atha bahwa ia (Atha) mendengar Ibnu Az-Zubair berkata ( ketika berada) diatas mimbar : ‘Apabila seseorang diantara kamu masuk ke masjid sedangkan orang-orang (yang shalat) ruku’, maka hendaknya ia ruku’ seketika ia masuk (masjid), kemudian ia berjalan sambil ruku’ hingga masuk kedalam shaf (barisan shalat), maka sesungguhnya yang demikian itu adalah sunnah” [HR Thabrani dalam Al-Ausath (I/33/1 dari Zawa’id Al-Mu’jam Al-Ausath dan Al-Mu’jam Ash-Shagir)]

Dari Abu Bakar bin Abdur Rahman bin Al-Harits bin Hisyam ; bahwa Abu Bakar Ash-Shidiq dan Zaid bin Tsabit masuk masjid ketika imam ruku’. Maka beliau berduapun ruku’, kemudian beliau berdua berjalan sambil ruku’ hingga memasuki shaf. [HR Al-Baihaqi II/90]

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif ; Sesungguhnya ia melihat Zaid bin Tsabit masuk masjid ketika imam ruku’, maka beliaupun berjalan sambil ruku’ hingga memungkinkannya mencapai shaf. Beliau bertakbir (takbiratul ikhram) lalu ruku’. Kemudian ia berjalan sambil ruku’ hingga mencapai shaf. [HR Al-Baihaqi II/9083/106 dan sanadnya shahih]
DONLOD ARTIKEL LENGKAP

4 Komentar to “Seputar Masbuk”

  1. Pada shalat2 jahr(magrib,isya,subuh).., jika makmum masbuk masuk dlm shalat ketika imam selesai membaca al-fatihah dan sedang membaca surat2 pilihan.., apakah makmum diam dan mendengarkan atau membaca al-fatihah?

  2. Wah ini masalah khilaf akhi…

    Kalau yang saya pahami dari yang saya pelajari dan saya jalani, ya makmum membaca Al Fatihah, disebabkan Al Fatihah wajib dibaca dalam sholat.

    Adapun tentang kewajiban untuk mendengar jika ayat2 Al Qur’an dibacakan, ini merupakan keumuman nash, sedangkan wajibnya membaca Al Fatihah adalah merupakan kekhususan nash. Artinya makmum wajib membaca Al Fatihah.

    Allahu ‘alam

  3. Jika ada khilaf atau ada 2/lebih perbedaaan pendapat antara para ulama.., bagaimana hukum jika kita mengambil salah satu pendapat ulama tersebut, walaupun ternyata pendapat itu tidak rajih(kuat)..?

    Abu Al Maira :

    Ya intinya memang kesana, kita pilih pendapat yang menurut pendapat dan pemahaman kita benar.
    Namun, bukan berarti kita hanya sekedar memilih saja, lebih utama kita mengetahui dalil2 yang dipegang oleh masing2 ulama, kenapa terjadi perbedaan dalam menyikapi dalil2 yang ada.
    Insya Allah dengan ini kita mengetahui alasan perbedaan masing2 pendapat terhadap suatu perkara. Walaupun para ulama atau ustadz saling me-rajihkan pendapat satu sama lain, tinggal kita memilih kita mengikut pendapat yang mana…

    Allahu ‘alam wallahul muwaffiq…

  4. Pada shalat berjamaah.., kapankah makmum membaca al-fatihah? apakah makmum mengikuti bacaan imam secara sirr atau bagaimana..?

    Abu Al Maira :

    Kayaknya masalah yang antum tanyakan sudah pernah ana tuliskan akh… Coba antum cari di kategori sholat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: