SHOLAT GHAIB


Shalat Ghaib, adalah shalat yang diperuntukkan terhadap seseorang yang telah wafat dan jasadnya tidak berada di tempat di mana dia dapat dishalatkan, semisal seseorang telah wafat atau meninggal di suatu tempat tertentu, dan penduduk daerah lain ingin menshalatkannya, namun pada saat akan dishalatkan jasadnya tidak ada di hadapan mereka.

Para ulama’ sejak dahulu hingga sekarang berselisih pendapat dalam masalah ini, dan ada empat pendapat yang berbeda di kalangan mereka.

 

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

 

2 Komentar to “SHOLAT GHAIB”

  1. Weee….
    Abu cuman menyajikeun ajah, yah….

    Kok ndak disertekeun, misalnya Abu milih opsi nyang mana, getoo…. 😉

    Soale sayah jugak pernah ngadepin hal nyang sama dalam hal inih, antara turut solat ghaib apa ndak….

    Abul Maira :

    Kalo saya pribadi mengikut untuk tidak mengerjakan sholat ghaib, selama yang meninggal sudah disholatkan.

  2. sukron atas artikel 2 nya pak Abu.

    saya ada pertanyaan lagi nih 🙂
    bgmn cara mensikapi org2 Islam, atau diluar Islam
    jika mereka menanyakan hadis2 sahih spt harusnya
    membunuh cicak ?
    mungkin ada saran bgmn bijak menjawabnya ?

    spt biasa, ada request lagi nih,
    artikel ttg bahaya (menonton) televisi ?
    yg bagus tp lho , yg ada data2 dari sisi ilmiah mungkin ?

    rasa2nya, sudah menjadi berhala baru di indonesia
    tanpa terasa. sungguh berbahaya pak

    Abu Al Maira :

    Ya intinya sih sami’na wa atha’na aja… Kalo kenapa harus dibunuh, dari riwayat Muslim dikatakan bahwa Cicak dulu ikutan nyemburin api kepada nabi Ibrahim ‘alaihisalam, sewaktu beliau dibakar oleh raja Namruj.
    Cuma kalo berhadapan dengan orang2 non islam, memang agak repot. Lah wong mereka gak ada prinsip sami’na wa atha’na… Yang mereka pegang harus ada alasan yang logis…
    Jadi mau ngobrol sampe pagi untuk membahas masalah si tuwaisir/cicak [misalnya], ya gak selesai2…

    Untuk masalah artikel tentang TV nya, saya gak janji ya…
    Sepertinya di situs2 salaf, cukup banyak yang membawakan artikel tentang bahaya/mudharat menonton TV…
    Yang haram itu kan bukan TV nya, tapi acaranya, muatannya, lamanya kita asyik dengan acara TV hingga menelantarkan sholat, membaca Qur’an, dzikir, dsb… Jadi tergantung bagaimana kita saja…

    Sementara itu dulu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: