Archive for Agustus, 2008

Agustus 29, 2008

Obat Flu dan Ibu Hamil


 

Infeksi saluran nafas atas  atau  common cold yang oleh orang awam sering disebut sebagai flu adalah infeksi virus yang paling sering menyerang manusia. Menurut statistik setidaknya manusia dewasa diserang penyakit ini 2 kali setahunnya. Anak-anak lebih kerap lagi – bisa sampai 12 kali pertahun.  Dengan demikian dapat dipastikan para ibu hamil kemungkinan besar akan mendapat penyakit ini di masa hamilnya.

read more »

Agustus 29, 2008

Benarkah Hari Minggu Adalah Hari Ibadah Bagi Umat Nasrani


 

Benarkah Hari Minggu Adalah Hari Ibadah Bagi Umat Nasrani

Agustus 29, 2008

Alasan Ulama Meriwayatkan Hadits Dhaif/Maudhu’


 

Alasan Ulama Meriwayatkan Hadits Dhaif/Maudhu’

Agustus 25, 2008

Hukum Sholat Gerhana


 

Jumhur ulama’ berpendapat, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. Abu ‘Awanah Rahimahullah menegaskan wajibnya shalat gerhana matahari. Demikian pula riwayat dari Abu Hanifah Rahimahullah, beliau memiliki pendapat yang sama. Diriwayatkan dari Imam Malik, bahwa beliau menempatkannya seperti shalat Jum’at. Demikian pula Ibnu Qudamah Rahimahullah berpendapat, bahwa shalat gerhana hukumnya sunnah muakkadah. [Al-Mughni, Ibnu Qudamah, 3/330]

 

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

Agustus 12, 2008

Rasa Takut dan Muraqabah


 

Rasa Takut dan Muraqabah

Agustus 12, 2008

Allah Lebih Dekat Daripada Urat Leher ?


 

Allah Lebih Dekat Daripada Urat Leher ?

Agustus 12, 2008

Memerangi Penguasa Yang Fasiq Atau Zhalim


 

Memerangi Penguasa Yang Fasiq Atau Zhalim

Agustus 6, 2008

Mengetahui Keadilan Seorang Perawi


 

Mengetahui Keadilan Seorang Perawi

Agustus 1, 2008

Permasalahan Merapatkan Jari Kaki Atau Merapatkan Tumit Antar Makmum Untuk Merapatkan Shaff Dalam Sholat Berjama’ah


Apakah lurusnya telapak dengan ujung jari-jemari kaki saja ataukah sejajarnya dua tumit?

“Cara meluruskan shaf yang benar adalah menyejajarkan kedua tumit satu sama lain, bukan menyejajarkan ujung jari-jemarinya. Hal ini disebabkan karena badan bertumpu pada tumit, sedangkan jari-jemari itu (panjangnya) berbeda-beda sesuai dengan (panjang pendeknya) telapak kaki; ada telapak kaki yang panjang dan ada pula yang kecil. Karena itu, tidak mungkin bisa mematok lurus secara tepat kecuali dengan kedua tumit. Adapun menempelkan tumit satu dengan yang lain, maka sudah jelas dasarnya dari para Sahabat, (yaitu) bahwasanya mereka biasa meluruskan shaf-shaf dengan menempelkan kedua tumit satu sama lain. Artinya, setiap orang di antara mereka menempelkan tumitnya dengan tumit orang yang berada di sampingnya. Hal ini dimaksudkan agar mereka dapat mewujudkan perintah meluruskan shaf.

Oleh karena itu, apabila shaf-shaf telah penuh, dan para jama’ah telah berdiri, maka seyogyanya setiap orang menempelkan tumitnya dengan tumit temannya, hanya agar dapat mewujudkan perintah meluruskan shaf saja. Hal ini tidak berarti ia harus menempel seperti ini terus-menerus, sehingga ia selalu menempel dengan temannya dalam semua shalat.”

(Durus wa Fatawa fil Haram al-Maki, Ibnu ‘Utsaimin, hal. 75)


[Irsyadat an Ba’dil Mukhalafat fi ath-Thaharah, ash-Shalah, al-Masajid, oleh. Syaikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan, Edisi Indonesia “Ensiklopedi Kesalahan Ibadah”, Pent. al-Qawam Solo)