Mengganti Harta Zakat


 

Harta apapun yang diambil/dikeluarkan zakatnya, maka zakatnya harus dari barang yang sesuai dengan aturannya dan tidak boleh menukarnya dengan benda lainnya atau menjualnya.

Jika ada hak ashnaf pada, misalnya, seekor unta atau sapi atau kambing atau satu dinar atau satu dirham, ataupun berkumpulnya dua atau lebih ashnaf pada satu harta zakat, maka cara menyalurkannya adalah dengan memberikan satu harta tersebut kepada mereka semuanya, sehingga mereka berserikat dalam satu harta zakat tersebut.

Sama sebagaimana memberikan harta hibah atau harta wasiat atau barang titipan, maka ia diberikan kepada pemiliknya sebagaimana adanya.

Sama sebagaimana salah seorang mustahiq berhak atas 10 Dinar dan mustahiq kedua berhak 5 Dinar serta mustahiq ketiga berhak atas sisanya. Maka berikanlah masing-masing sesuai haknya.

Demikianlah cara yang dilakukan terhadap semua ashnaf mustahiq zakat, baik dalam hal hewan ternak, uang emas, uang perak, walaupun diantara mereka berserikat dalam satu dirham atau satu dinar; tidak boleh dijual lalu dibelikan barang lainnya. Dan tidak boleh dijual satu dinar untuk ditukar menjadi 10 dirham; tidak boleh menjual dirham untuk ditukar menjadi uang kertas, atau gandum atau beras.

 

Sumber : Kitab Al-Umm: Bab Zakat, Sub-bab Qismi Al-Mal ‘alaa maa Yuujad, Imam Syafi’iy, Penerjemah: Abu Valech Yanhouth

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: