Sholat Tahiyyatul Masjid Pada Waktu-Waktu Terlarang


 

Seperti kita ketahui bersama bahwa ada waktu-waktu terlarang untuk shalat. Ada 5 waktu yang dimaksudkan yaitu [1] sesudah shalat shubuh sampai matahari terbit, [2] ketika metahari terbit hingga setinggi tombak, [3] ketika matahari berada di atas kepala hingga tergelincir ke barat, [4] sesudah shalat Ashar sampai matahari menguning, dan [5] ketika matahari menguning sampai matahari tenggelam sempurna. Inilah waktu-waktu terlarang untuk shalat sebagaimana dijelaskan para ulama berlandaskan pada hadits-hadits yang shohih. Namun yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika kita masuk masjid pada waktu terlarang tadi, apakah kita boleh mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid? Berikut penjelasan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawanya.

Pertanyaan: Jika seseorang masuk masjid pada waktu terlarang untuk shalat, bolehkan dia mengerajakan shalat sunnah tahiyatul masjid?

Jawaban:
Alhamdulillah. Mengenai permasalahan ini ada dua pendapat di antara para ulama. Pendapat pertama adalah salah satu pendapat dari Imam Ahmad, juga pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Menurut mereka tidak boleh shalat sunnah tahiyatul masjid ketika itu.
Sedangkan pendapat kedua adalah pendapat Imam Asy Syafi’i. Menurut beliau rahimahullah boleh shalat sunnah tahiyatul masjid ketika waktu terlarang tersebut. Inilah pendapat yang lebih tepat. Landasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Jika salah seorang dari kalian memasuki masjid, maka janganlah dia duduk sampai dia mengerjakan shalat sunnah dua raka’at (shalat sunnah tahiyatul masjid).” (HR. Bukhari no. 1163 dan Muslim no. 1687)

Perintah dalam hadits ini adalah umum untuk semua waktu dan tidak diketahui adanya pengkhususan larangan dalam hadits ini. Adapun yang dimaksud dengan larangan shalat setelah terbit fajar, ketika tenggelamnya matahari, maka hadits larangan tersebut dikhususkan untuk beberapa keadaan. Di antaranya adalah ketika ingin mengqodho shalat yang terluput, atau ingin menunaikan shalat dua raka’at thawaf, …. Perlu diketahui bahwa dalil umum yang tidak ada pengkhususan (‘aam mahfuzh) lebih kita dahulukan daripada dalil umum yang ada pengkhususan (‘aam makhsush).
Begitu pula shalat sunnah tahiyatul masjid ketika khutbah Jum’at adalah terlarang sebagaimana larangan shalat dalam dua waktu terlarang tadi atau larangannya lebih ditekankan lagi. Namun telah terdapat hadits shohih di mana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid dan khotib sedang berkhutbah di mimbar, maka janganlah kalian duduk sampai kalian menunaikan shalat sunnah dua raka’at.”

Apabila dalam waktu khutbah semacam ini diperintahkan untuk melaksanakan shalat sunnah tahiyatul masjid dan ketika itu adalah waktu terlarang untuk shalat, maka untuk waktu lainnya (yaitu termasuk waktu terlarang) lebih-lebih diperbolehkan untuk mengerjakan shalat sunnah ini.
Pendapat Imam Ahmad dalam masalah ini tidaklah menyelisihi karena terdapat hadits yang shohih mengenai masalah ini. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah dan Imam Malik dalam permasalahan ini, mereka melarang shalat tahiyatul ketika waktu terlarang tersebut. Ini terjadi mungkin karena belum mendapatkan hadits shohih di atas. Wallahu a’lam.

Kesimpulannya adalah boleh kita mengerjakan shalat sunnah tahiyatul masjid pada waktu terlarang untuk shalat seperti sesudah shalat Ashar atau sesudah shalat shubuh.

Oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
Diterjemahkan oleh Muhammad Abduh Tuasikal, ST
Sumber
: Majmu’ Fatawa, 5/311, Asy Syamilah

Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Pangukan, Sleman, 13 Muharram 1430 H
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya
Muhammad Abduh Tuasikal, ST

 

http://rumaysho.wordpress.com/2009/01/11/shalat-tahiyyatul-masjid-di-waktu-terlarang-untuk-shalat/

3 Komentar to “Sholat Tahiyyatul Masjid Pada Waktu-Waktu Terlarang”

  1. apakah sebenarnya definisi masjid..? samakah dgn musholla atu langgar yg byk terdapat di indonesia

    apakah sama ketentuan hukumnya dgn masjid..?? misalnya ktentuan tentang sholat tahiyyatul masjid di musholla atau langgar..

  2. Assalamu’alaikum…

    salam kenal yach…

  3. Asslm….
    kak…
    bisa dijelasin gax…waktu-waktunya…
    maksudnya seperti sholat magrib, sholat sunah hanya dilakukan setelahnya, sebelumnya gx ad.. law sholat yang lain, masih ragu…
    tolong yach….
    wasslm…

    Abu al Maira :

    Sholat Sunnah sebelum Shubuh
    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dua raka’at Shalat Fajr lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” [HR. Muslim]

    Sholat Sunnah sebelum Dzhuhur dan sesudahnya
    Dari Ummu Habibah, beliau mengatakan bahwa beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menjaga shalat 4 raka’at sebelum zhuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka Allah mengharamkan neraka baginya.”(HR. Tirmidzi no. 428 dan Ibnu Majah no. 1160. Syaikh Al Albani menshohihkan hadits ini dalam Shohih wa Dho’if Sunan Ibnu Majah)

    Dari Abdullah bin Syaqiq, beliau mengatakan bahwa beliau menanyakan pada ‘Aisyah tentang shalat sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aisyah lantas menjawab, “Beliau biasanya mengerjakan shalat 4 raka’at sebelum zhuhur di rumahku. Lalu beliau keluar untuk shalat zhuhur bersama para sahabat. Kemudian beliau masuk rumah dan mengerjakan shalat 2 raka’at.”

    Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Aku hafal dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at: dua raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shalat Subuh. Dan ada waktu tidak dapat menemui Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam . Hafshah menceritakan kepadaku, bila muadzin beradzan dan terbit fajar, beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua raka’at.” [HR al-Bukhari – Tahajjud, Muslim – Shalat al-Musafirin wa Qashruha]

    Sholat Sunnah sebelum Ashar
    Imam Asy-Syaukani dalam Nailul Authar, beliau berkata :“Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar”. [HR Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzi]

    Sholat Sunnah setelah Maghrib
    Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Aku hafal dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at: dua raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shalat Subuh. Dan ada waktu tidak dapat menemui Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam . Hafshah menceritakan kepadaku, bila muadzin beradzan dan terbit fajar, beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua raka’at.” [HR al-Bukhari – Tahajjud, Muslim – Shalat al-Musafirin wa Qashruha]

    Sholat Sunnah setelah Isya
    Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Aku hafal dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at: dua raka’at sebelum Zhuhur dan dua raka’at sesudahnya, dua raka’at setelah Maghrib, dua raka’at setelah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shalat Subuh. Dan ada waktu tidak dapat menemui Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam . Hafshah menceritakan kepadaku, bila muadzin beradzan dan terbit fajar, beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam shalat dua raka’at.” [HR al-Bukhari – Tahajjud, Muslim – Shalat al-Musafirin wa Qashruha]

    Hal ini diluar pembahasan perselisihan dari ulama mengenai jumlah sholat sunnah rawatib dan juga diluar sholat-sholat sunnah lainnya selain sholat sunnah rawatib.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: