HADITS MU’ALLAQ


Hadits Mu’allaq adalah hadits yang sebagaimana didefinisikan oleh para ahli hadits :
“ Hadits yang dari pangkal sanadnya dihilangkan satu rawi atau lebih secara berurutan ”

Gambaran Hadits Mu’allaq
Yang termasuk gambaran dan bentuk dari hadits muallaq diantaranya :
1. Dihilangkannya semua sanad kemudian dikatakan misalnya : Rasulullah bersabda : begini !
2. Di antaranya juga dihilangkannya seluruh sanadnya kecuali satu orang shahabat, atau tersisa seorang shahabat dan satu orang tabi’in saja.

Contoh :
Hadits yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari rahimahullah pada pembukaan bab : “Hadits-Hadits Yang Disebutkan Tentang Paha ” :

وقال أبو موسى غطى النبي صلى الله عليه و سلم ركبتيه حين دخل عثمان

“Abu Musa radiyallahu ‘anhu berkata : “Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam menutup dua lutut beliau ketika Utsman masuk”

Hadits ini adalah hadits Mu’allaq, karena Imam Bukhari menghilangkan seluruh sanadnya kecuali satu orang shahabat yaitu Abu Musa al-Asy’ari.

Hukum Hadits Mu’allaq
Hadits Mu’allaq adalah tertolak karena tidak adanya salah satu syarat hadits maqbul (yang diterima) yaitu tersambungnya sanad.
Itu karena dalam Mu’allaq ada satu rawi atau lebih yang dihilangkan, padahal kita tidak tahu keadaan rawi yang dihilangkan.

Hukum Hadit-Hadits Mu’allaq Dalam Kitab Shahihain
Hukum yang tadi dimana hadits Mu’allaq adalah tertolak, itu adalah untuk hadits Mu’allaq secara umum. Namun apabila hadits Mu’allaq terdapat dalam kitab yang menyebutkan hadits shahih saja seperti Shahih Bukhari dan Muslim, maka dia punya hukum tersendiri, yaitu sebagai berikut :

Bila disebutkan dengan bentuk jazm (pasti) seperti “telah berkata” , “telah menyebutkan” , “telah menghikayatkan” dan yang semisalnya, maka dihukumi keshahihannya dari siapa yang disandarkan.
Bila disebutkan dengan bentuk tamridh (tidak pasti) seperti “telah dikatakan”, “telah disebutkan”, “telah dihikayatkan” dan yang semisalnya, maka tidak dihukumi keshahihannya dari siapa yang disandarkan.

Dalam pembahasan diatas kita simpulkan poin berikut :
Bila disebutkan dengan bentuk jazm (pasti) seperti “telah berkata” , “telah menyebutkan” , “telah menghikayatkan” dan yang semisalnya, maka dihukumi keshahihannya dari siapa yang disandarkan.
Bila disebutkan dengan bentuk tamridh (tidak pasti) seperti “telah dikatakan” , “telah disebutkan” , “telah dihikayatkan” dan yang semisalnya, maka tidak dihukumi keshahihannya dari siapa yang disandarkan.

Namun perlu diperhatikan bahwa Imam Bukhari rahimahullah terkadang meriwayatkan hadits secara mu’allaq dengan bentuk jazm (pasti), itu bukan berarti mengharuskan adanya gugur rawi antara beliau dengan syaikh beliau. Hal ini menurut para ulama adalah muttasil (sanadnya tersambung) kecuali menurut Ibnu Hazm Addzohiri, dia menyelisihi dan berpendapat bahwa seperti itu adalah munqathi’ (sanadnya terputus)

Misalnya adalah :
Perkataan Imam Bukhari dalam kitab shahihnya : (kitab Minuman, bab : Penyebutan Hadits-hadits Tentang Orang yang Menghalalkan Khamr dan Menamakannya Dengan Selain Nama Khamr) :
“Dan Hisyam ibn Ammar berkata : Shodaqoh Abdurrahman ibn Yazid ibn Jabir telah meyampaikan hadits kepada kami, dia berkata : Athiyah ibn Qais al-Kilabi telah menyampaikan hadits kepada kami,dia berkata : Abdurrahman ibn Ghanam al-Asy’ari telah menyampaikan hadits kepada kami, dia berkata : Abu Amir al-Asy’ari telah menyampaikan hadits kepada kami, demi Allah dia tidak menganggapku berbohong. Dia mendengar Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam bersabda :

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف…

“Sungguh akan ada dari umatku segolongan orang yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki), khamr, dan alat-alat musik…”

Hisyam ibn Ammar adalah salah satu syaikh dari imam Bukhari yang mana imam Bukhari telah bertemu dan mendengar serta mengambil hadits dari mereka.
Maka penyebutan hadits dari imam Bukhari secara mu’allaq tidak menyebabkan terputusnya sanad dalam hal ini.
Wallahu A’lam
( Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari : Taisir Musthalah Hadits oleh Dr. Mahmud Thahhan )

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihathadits&id=162

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihathadits&id=167

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: