Archive for ‘Adab & Perilaku’

Februari 1, 2012

Sebaik-baik Manusia


Pertama, tidak ingkar melunasi hutang

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عن رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أنه فَقَالَ « خَيْرُكُمْ أَحْسَنُكُمْ قَضَاءً » متفق عليه

Artinya: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallambersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” Muttafaqun ‘alaih

read more »

Januari 10, 2011

Hukum Tepuk Tangan


Hukum Tepuk Tangan

قال في حاشية البجيرمي: ((والتصفيق مكروه كراهة تنزية)). حاشية البجيرمي 4/434.

Dalam Hasyiah al Bajairumi asy Syafii disebutkan, “Hukum tepuk tangan adalah makruh” [Hasyiah al Bajairumi 4/434].

read more »

Januari 7, 2011

Adab Terhadap Orang Kafir


 

 

 

Seorang Muslim meyakini bahwa seluruh agama selain agama Islam itu batil dan pemeluknya kafir. Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ

Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. [Ali Imrân/3: 19]

read more »

November 7, 2010

Hukum Salam


 

 

 

Ketahuilah bahwa memulai salam adalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban. Ini adalah sunnah kifayah: karena jika yang memberi salam itu jamaah, maka cukup salah seorang dari mereka saja yang mengucapkan salam. Jika mereka mengucapkan salam semuanya, maka itu lebih utama.

Imam al-Qadhi Husain, salah seorang imam dari kalangan sahabat kami dalam kitab as-Sair dari ta’liqnya, mengatakan, “Kita tidak memiliki sunnah kifayah selain ini.”

Aku katakan, Apa yang dikatakan oleh al-Qadhi berupa pembatasan tersebut ter-tolak. Karena, menurut para sahabat kami, mendoakan orang yang bersin adalah sunnah kifayah juga, sebagaimana yang akan dijelaskan sebentar lagi, insya Allah. Segolongan sahabat kami, bahkan semuanya berpendapat bahwa kurban adalah sunnah kifayah bagi setiap keluarga. Jika salah seorang dari mereka telah berkurban, maka syiar dan sunah telah diraih oleh mereka semua.

Adapun menjawab salam, jika yang diberi salam hanya satu orang, maka ia wajib menjawabnya sebagai fardhu ‘ain. Jika mereka jamaah, maka menjawab salam tersebut sebagai fardhu kifayah atas mereka. Jika salah seorang dari mereka telah menjawabnya, maka gugurlah dosa dari yang lainnya. Jika mereka semua tidak menjawabnya, maka mereka semua berdosa. Jika mereka semua menjawabnya, maka inilah puncak kesem-purnaan dan keutamaan. Demikianlah menurut para sahabat kami, dan ini yang jelas lagi bagus. Para sahabat kami bersepakat bahwa seandainya orang selain mereka yang menjawabnya, maka kewajiban menjawab salam tidak gugur dari mereka, tetapi mereka wajib menjawabnya. Jika mereka mencukupkan dengan jawaban orang asing tersebut, maka mereka berdosa.

Kami meriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dari Ali radiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

يُجْزِئُ عَنِ الْجَمَاعَةِ إِذَا مَرُّوْا أَنْ يُسَلِّمَ أَحَدُهُمْ، وَيُجْزِئُ عَنِ الْجُلُوسِ أَنْ يَرُدَّ أَحَدُهُمْ.

“Sudah cukup mewakili jamaah, ketika mereka melintas bila salah seorang dari mereka me-ngucapkan salam; dan sudah mewakili orang-orang yang duduk jika salah seorang dari mereka menjawabnya.”

read more »

Oktober 6, 2010

Perkara Di Luar Ikhtilath


 

1. Wanita mendatangi seorang alim untuk minta fatwa.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِحَيْضٍ فَإِذَا أَقْبَلَتْ حَيْضَتُكِ فَدَعِي الصَّلَاةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي قَالَ وَقَالَ أَبِي ثُمَّ تَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ حَتَّى يَجِيءَ ذَلِكَ الْوَقْتُ *

“Dari A’isyah dia berkata: “Fathimah binti Abu Hubais datang kepada Nabi n lalu berkata: “Saya mengeluarkan darah istihadlah, sehingga saya tidak suci, haruskah aku meninggalkan sholat?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak, itu hanyalah urat/pembuluh darah (yang luka-Red), bukan haid, jika masa haidmu datang maka tinggalkanlah sholat, jika telah usai maka bersihkanlah darah dari badanmu lalu sholatlah” (Seorang perawi berkata) Bapakku berkata (tambahan di dalam riwayatnya tentang sabda Rasulullah itu): “Berwudlu’lah tiap-tiap sholat ketika telah masuk waktunya”. [Al-Bukhari]

read more »

Oktober 6, 2010

Hukum Meminta Izin


 

 

MEMINTA IZIN BERBEDA DENGAN UCAPAN SALAM
Sebagian orang beranggapan, bila salam telah dijawab, berarti ia boleh masuk ke dalam rumah tanpa harus meminta izin. Ini adalah anggapan yang jelas keliru. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّى تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَى أَهْلِهَا ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Hai, orang orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu selalu ingat”.[An Nur:27].

read more »

Oktober 6, 2010

Ghibah


 

HUKUM MENDENGARKAN GHIBAH
Imam Nawawi berkata di dalam Al-Adzkar: ”Ketahuilah bahwasanya ghibah itu sebagaimana diharamkan bagi orang yang menggibahi, diharamkan juga bagi orang yang mendengarkannya dan menyetujuinya. Maka wajib bagi siapa saja yang mendengar seseorang mulai menggibahi (saudaranya yang lain) untuk melarang orang itu, kalau dia tidak takut kepada mudhorot yang jelas. Dan jika dia takut kepada orang itu, maka wajib baginya untuk mengingkari dengan hatinya dan meninggalkan majelis tempat ghibah tersebut jika hal itu memungkinkan.

read more »

Oktober 6, 2010

Menutupi Aib


Baca —> Disini

Agustus 8, 2010

Muamalah Di Halaman Masjid


 

 

Halaman Masjid

الرحبة: بفتح الراء وسكون الحاء أو بفتحهما: الأرض الواسعة، ورحبة المكان: ساحته ومتسعه وجمعه: رحاب.
ورحبة المسجد: ساحته و صحنه (المصبح المنير 1|222 مادة (رحب) وإكمال إكمال المعلم 3|288).

Rohbah atau rohabah adalah tanah yang luas. Jika kata-kata rohbah dikaitkan dengan tempat tertentu maknanya adalah halaman yang luas dari tempat tersebut.

read more »

Maret 22, 2010

Berbakti Kepada Orang Tua


 

Berbicara tentang berbakti kepada orang tua tidak lepas dari permasalahan berbuat baik dan mendurhakainya. Mungkin, sebagian orang merasa lebih ‘tertusuk’ hatinya bila disebut ‘anak durhaka’, ketimbang digelari ‘hamba durhaka’. Bisa jadi, itu karena kedurhakaan terhadap Allah, lebih bernuansa abstrak, dan kebanyakannya, hanya diketahui oleh si pelaku dan Allah saja. Lain halnya dengan kedurhakaan terhadap orang tua, yang jelas amat kelihatan, gampang dideteksi, diperiksa dan ditelaah, sehingga lebih mudah mengubah sosok pelakunya di tengah masyarakat, dari status sebagai orang baik menjadi orang jahat.

read more »

Januari 29, 2010

Hikmah Sakit


Hikmah Sakit Hal-1

Himkah Sakit Hal-20001

Hikmah Sakit hal-30001

Hikmah Sakit Hal-40001

Oktober 21, 2009

Parameter Menyerupai Orang Kafir


Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka” (HR Abu Daud no 4031, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Jika demikian berbahayanya masalah ini, kapankah seorang muslim dikatakan telah menyerupai orang kafir? Pertanyaan sangatlah penting terutama setelah kita jumpai sebagian orang yang dengan sangat mudah memvonis seseorang telah melakukan tasyabbuh/menyerupai orang kafir tanpa kaedah yang jelas.
Setelah mentelaah beberapa penjelasan ulama dalam hal ini bisa kita simpulkan adanya beberapa pandangan tentang hal ini.

read more »

September 8, 2009

Diantara Kebaikan Seseorang adalah Meninggalkan Apa-Apa yang Tidak Bermanfaat Baginya


 

 

Diantara Kebaikan Seseorang adalah Meninggalkan Apa-Apa yang Tidak Bermanfaat Baginya