Archive for ‘Kumpulan Hadits Dhaif, dkk’

Januari 13, 2011

HADITS MUKHTALATH


Pengertian Ikhtilath
Ibnu Hajar rahimahullah berkata:”Buruknya hafakan yang menimpa seorang perawi hadits.”
As-Sakhawi rahimahullahberkata:”Hakekatnya adalah rusaknya akal seorang perawi dan ketidakteraturan ucapan-ucapan dan perbuatannya.”
Ash-Shan’ani rahimahullah berkata:”Seorang perawi yang Mukhtalath (orang yang tertimpa ikhtilath) adalah seorang perawi yang tertimpa hal-hal yang menjadikannya tidak tsiqah (tidak kredibel.)

read more »

Iklan
Juni 15, 2010

Studi Kritis Hadits Taat Kepada Ali Berarti Taat Kepada Nabi


Baca selengkapnya………

Juni 14, 2010

Berkah Kubur Nabi


Baca selengkapnya…….

Maret 22, 2010

Hadits Kewajiban Saksi dalam Pernikahan


Hadits Kewajiban Saksi dalam Pernikahan

Maret 11, 2010

Hadits Matruk


 

 

Secara bahasa Matruk adalah bentuk isim maf’ul dari kata kerja Taroka. Orang Arab menamakan telur yang keluar darinya itik dengan at-Tarikah yang artinya yang tertinggal dan tidak ada gunanya.
Adapun menurut istilah ilmu musthalah hadits adalah :
“Hadits yang pada sanadnya terdapat rawi yang tertuduh berdusta”

Sebab-Sebab Seorang Rawi Tertuduh Berdusta
Penyebab tertuduhnya seorang rawi bahwa dia berdusta adalah salah satu dari dua sebab berikut :

1. Hadits tersebut hanya diriwayatkan dari jalannya saja dan hadits tersebut menyelisihi kaidah-kaidah yang yang sudah dimaklumi, yaitu kaidah-kaidah umum yang telah disimpulkan oleh para ulama dari seluruh dalil yang shahih.
2. Rawi tersebut terkenal dengan dusta dari bicaranya pada waktu biasa namun tidak terlihat bahwa dia berdusta di waktu menyampaikan hadits.

Contoh Hadits Matruk
Hadits ‘Amr bin Syamir al-Ju’fi Al-Kufi asy-Syi’i dari Jabir dari Abu at-Thufail dari ‘Ali dan ‘Ammar bahwa mereka berdua berkata :

كان النبي صلى الله عليه و سلم يقنت في الفجر ويكبر يوم عرفة من صلاة الغداة ويقطع صلاة العصر آخر أيام التشريق

“Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam selalu membaca qunut pada shalat fajar, bertakbir pada hari Arafah dari semenjak shalat shubuh dan berhenti pada waktu shalat ashar di terakhir dari hari tasyrik”

Imam Nasa’i, Daruquthni dan yang lainnya mengatakan tentang ‘Amr bin Syamir bahwa dia adalah Matrukul Hadits (Haditsnya ditinggalkan dan tidak dipakai)

Contoh lain dari hadits Matruk adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Dunya dari jalan Juwaibir bin Sa’id al-Azdi dari ad-Dhahhak dari Ibnu Abbas dari Nabi Sallallahu ‘Alahi Wasallam bahwa beliau bersabda :

عليكم باصطناع المعروف فإنه يمنع مصارع السوء و عليكم بصدقة السر فإنها تطفئ غضب الرب عز وجل

“Hendaklah kalian selalu berbuat ma’ruf (baik), karena itu akan menahan keburukan dan hendaklah kalian bershodaqoh dengan cara sembunyi karena hal itu dapat memadamkan kemarahan Rabb (Tuhan) ‘Azza Wajalla”

Hadits dengan sanad ini di dalamnya terdapat Juwaibir bin Sa’id al-Azdi yang mana imam Nasa’i, Daruquthni dan yang lainnya mengatakan bahwa dia matrukul hadits.
Namun matan hadits tersebut adalah shahih, bila dilihat dari sanad yang lain.

Hadits Matruk menempati peringkat kedua setelah Hadits Maudhu’dari tingkatan hadits-hadits dhaif.
Wallahu A’lam

(Abu Maryam Abdusshomad, diambil dari : Taisir Musthalah Hadits oleh Dr. Mahmud Thahhan dan Musthalah Hadits Lilmubtadi’in oleh Amr Abdul Mun’im Salim)

http://alsofwah.or.id/?pilih=lihathadits&id=191

Februari 16, 2010

Hadits Maudhu’


 

 

Dari segi bahasa, al-Maudhu’ adalah bentuk isim maf’ul dari kata kerja Wadho’a yang berarti menurunkan atau meletakkan dibawah.
Adapun dari segi istilah ilmu musthalah hadits, para ulama mendefinisikan hadits Maudhu’ dengan :

“Kebohongan yang diada-adakan, dibuat-buat, kemudian dinisbatkan kepada Rasulullah Sallallahu ‘Alahi Wasallam dengan sengaja”

Hadits maudhu’ ini adalah tingkatan hadits dhaif yang terburuk dan terendah. Bahkan sebagian ulama menganggap bahwa hadits Maudhu’ bukanlah termasuk bagian dari hadits dhaif, namun dia adalah bagian tersendiri.

read more »

Desember 23, 2009

Lima Belas Macam Hadits Dha’if


1. AL-MUA’LLAQ

read more »

Desember 22, 2009

Hadits Dhaif Yang Berkaitan Dengan Keutamaan ‘Asyura


Hadits Pertama :

مَن وسَّع على أهله يوم عاشوراء وسع الله عليه سائر سنته

“Siapa yang memberikan kelonggaran (nafkah) kepada orang yang menjadi tanggungannya pada hari ‘Asyura, maka Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya selama setahun penuh”. (HR. al-Baihaqi dalam asy-Syu’abil Iman, 3/365; ath-Thabrani, dalam al-Mu’jam al-Ausath, no. 9302 dan dalam al-Mu’jam al-Kabir, no. 10007 dari Ibnu ‘Uyainah ).

read more »

Oktober 13, 2009

Hadits Keutamaan Membaca Surat Yasin pada Malam Hari


Hadits Keutamaan Membaca Surat Yasin pada Malam Hari

September 2, 2009

Hadits Dhaif : Berbuka dengan sengaja


 

من أفطر يوما من رمضان من غير عذر ولامرض لم يقضه صوم الدهر وإن صامه

“Barangsiapa berbuka satu hari pada (puasa) Ramadhan tanpa ada udzur (sebab) dan (karena) sakit, maka dia tidak dapat menggantinya meskipun puasa satu tahun (penuh)“

Maka hadits ini dhaif sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama,silahkan merujuk ke kitab Fath al-Bariy,oleh al-Hafidz Ibnu Hajar, 4/161, Dha`if Sunan ath-Tirmidzi, oleh al-Albani, hadits no. 115; al-Ilal al-Waridah Fi al-Ahaadits, oleh ad-Daruquthniy, 8/270)

Juli 13, 2009

Tanda Orang Terbaik


Diantara hadits-hadits palsu yang tersebar di masyarakat, ada yang indah maknanya. Namun sayangnya ia bukan sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Mungkin semisal hadits berikut:

خَيْرُكُمْ مَنْ لَمْ يَتْرُكْ آخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ وَلاَ دُنْيَاهُ لآخِرَتِهِ وَلَمْ يَكُنْ كَلاًّ عَلَى النَّاسِ

“Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang tidak meninggalkan akhiratnya untuk (kepentingan) dunianya; tidak pula (meninggalkan) dunianya untuk akhiratnya. Dia juga bukan beban atas orang lain”. [HR. Al-Khothib dalam Tarikh Baghdad (4/221/no.1918), dan lainnya]

Hadits ini maudhu’ (palsu), karena rawinya yang bernama Yaghnam bin bin Salim bin Qunbur Al-Bashriy. Dia adalah seorang pemalsu hadits seperti yang dinyatakan oleh Al-Bustiy dalam Al-Majruhin (3/145). Dengan alasan ini, Syaikh Al-Albaniy As-Salafiy menyatakan palsunya hadits ini dalam Adh-Dho’ifah (501)

http://almakassari.com/artikel-islam/hadits/tanda-orang-terbaik.html#more-540

Januari 5, 2009

Hadits-Hadits Dla’if yang Terdapat dalam Kitab At-Tauhid karya Syaikhul-Islam Muhammad bin ‘Abdil-Wahhab


 

Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdil-Wahhab rahimahullah adalah salah satu ‘ulama besar yang pernah dilahirkan di jamannya. Dikatakan, beliau adalah seorang mujaddid yang mengikuti pendahulunya – yaitu Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah – dalam menegakkan kembali dakwah tauhid dan sunnah serta memerangi kesyirikan dan bid’ah, khususnya di daerah Hijaz dan sekitarnya. Beliau rahimahullah adalah seorang ulama yang mempunyai pengetahuan yang luas. Banyak sudah karya tulis yang dilahirkan melalui pena yang digenggamnya. Salah satu karya monumentalnya adalah Kitaabut-Tauhiid Alladzii Huwa Haqqullaahi ‘alal-‘Abiid. Dalam buku tersebut, beliau menjelaskan point-point ringkas dan padat tentang tauhid dan keutamaannya, serta hal-hal yang merusaknya dari perkara-perkara kesyirikan. Tidak ada seorang pun yang membacanya dengan hati terbuka, kecuali ia akan mendapatkan faedah yang sangat banyak dari kebenaran yang beliau sampaikan. Tidak lain, karena dalam buku tersebut dipenuhi dengan perkataan : qaalallaah wa qaalar-rasuul (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Namun, sebagaimana buku-buku yang lain, buku ini pun tidak lepas dari ‘kritikan’. Dalam buku tersebut masih termuat beberapa hadits dla’if – walau jumlahnya tidak banyak.

Juli 27, 2007

HADITS-HADITS DLA’IF DALAM KITAB RIYAADLUSH-SHALIHIIN [Tulisan 4]


Bab : Keutamaan Barisan Pertama pada Shalat dan Perintah untuk Meluruskan Serta Merapatkan Shaff

Hadits No 103

Dari Abi Hurairah radliyallaahu ‘anhu dia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam :

ﻞﻠﺨﻟﺍ ﺍﻭﺪﺳﻭ ﻡﺎﻣﻹﺍ ﺍﻮﻄﺳﻭ
Jadikanlah imam itu di tengah dan isilah celah-celah (shaff)” (HR. Abu Dawud).

Keterangan :

Matan (redaksi) hadits tersebut adalah dla’if, karena ada dua orang perawi yang majhul (tidak dikeyahui identitasnya), yaitu Yahya bin Basyir bin Khallad dan ibunya. Tapi lanjutan hadits tersebut yang berbunyi : ﻞﻠﺨﻟﺍ ﺍﻭﺪﺳﻭ (dan isilah celah-celah shaff) adalah shahih; sebagaimana ada syahid riwayat dari hadits lain dari Ibnu ‘Umar, yaitu pada hadits nomor 1098 (Kitab Riyaadlush-Shaalihiin).

read more »