Archive for ‘Nikah, Pinang dan Thalaq’

Februari 27, 2012

Ayah Tidak Bersedia Menjadi Wali Nikah


Syaikh Muhamad Ali Farkus – seorang ulama Al-Jazair – ditanya tentang keadaan wanita yang tertunda nikahnya karena sikap walinya.

Beliau menjelaskan:

Perlu kita pahami, ulama sepakat bahwa wali tidak memiliki hak untuk melarang orang yang berada di bawah perwaliannya untuk menikah, tanpa sebab yang diizinkan syariat. Si wali selalu menolak setiap lamaran orang yang sekufu, baik agama dan akhlaknya, dan siap memberikan mahar yang setara dengan umumnya wanita.

read more »

Maret 22, 2010

Hadits Kewajiban Saksi dalam Pernikahan


Hadits Kewajiban Saksi dalam Pernikahan

Februari 24, 2010

Thalaq yang Diucapkan dalam Lafadh yang Jelas dan Tidak Jelas/Kinayah


Thalaq yang Diucapkan dalam Lafadh yang Jelas dan Tidak Jelas/Kinayah

Desember 9, 2009

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT : 229 (Thalaq Raj’I dan Hukum Khulu’)


 

 

 

 

Pada ayat ini Allah Ta’ala masih menjelaskan masalah hukum-hukum yang terkait dengan thalaq, yang mana telah ditetapkan bahwa thalaq yang dibolehkan bagi seorang suami untuk meruju’nya kembali adalah dua kali, thalaq satu dan thalaq dua. Kemudian dalam ayat ini juga diisyaratkan tentang disyariatkannya khulu’ (bolehnya seorang wanita meminta cerai kepada suaminya karena ada sebab yang syar’i)… Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : 

read more »

Oktober 7, 2009

MAHAR


Mahar adalah tanda kesungguhan seorang laki-laki untuk menikahi seorang wanita. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman,

“Berikanlah mahar (maskawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang wajib. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari mahar itu dengan senang hati, Maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (Qs. An-Nisa’ : 4)

read more »

April 24, 2009

Nikah Mis-yaar dan Nikah dengan Niat Thalaq – Bagaimana Pandangan Ulama tentangnya ?


 

Nikah Mis-yaar dan Nikah dengan Niat Thalaq – Bagaimana Pandangan Ulama tentangnya ?

Oktober 13, 2008

Hukum Ihdad


 

Berihdad atas kematian suami wajib dijalani seorang istri selama empat bulan sepuluh hari. Demikian pendapat mayoritas ulama bahkan hampir seluruh mereka, kecuali pendapat berbeda yang dinukilkan dari Al-Hasan Al-Bashri dan Asy-Sya’bi. Namun pendapat keduanya ganjil, menyelisihi sunnah hingga tak perlu ditengok. Kata Al-Imam Ahmad rahimahullahu, “Tersembunyi perkara ihdad ini bagi keduanya.”
Adapun selain kematian suami, baik kematian ayah, ibu saudara laki-laki, anak dan sebagainya, maka haram hukumnya bila melebihi tiga hari. [Fathul Bari 9/601,602, Zadul Ma’ad 4/220, Subulus Salam 3/312]

 

 

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

Oktober 8, 2008

Syariat Poligami


 

Syariat Poligami

Februari 22, 2008

Hukum Menikah Dalam Keadaan Hamil


Adapun perempuan hamil karena zina, perlu dirinci lebih meluas karena pentingnya perkara ini dan banyaknya kasus yang terjadi diseputarnya. Perempuan yang telah melakukan zina menyebabkan dia hamil atau tidak, dalam hal bolehnya melakukan pernikahan dengannya terdapat persilangan pendapat dikalangan para ‘ulama.

Secara global para ‘ulama berbeda pendapat dalam pensyaratan dua perkara untuk sahnya nikah dengan perempuan yang berzina

DONLOD ARTIKEL LENGKAP

Agustus 2, 2007

Istri Mensyaratkan Untuk Tidak Dipoligami


Masalah ini bukan masalah biasa yang bisa dengan mudah kita bawa ke khalayak ramai. Pastikan kita cukup bijak dalam menyikapinya. Apa yang sedari dulu tidak ‘populer’ tidak serta merta kita coba untuk mempopulerkannya sekarang. Patikan dulu kenapa itu tidak populer.Dalam masalah ini, ringkasnya ada dua pendapat yang masing-masing memiliki alasan yang cukup kuat dan akurat.

read more »

Juli 27, 2007

Hukum Thalaq Tiga Dijatuhkan Sekaligus


NASKAH HADITS

Hadits Pertama:
عَنِ ابْنِ عَبّاسٍ قَالَ: كَانَ الطّلاَقُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللّهِ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَسَنَتَيْنِ مِنْ خِلاَفَةِ عُمَرَ, طَلاَقُ الثّلاَثِ وَاحِدَةً، فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطّابِ: إِنّ النّاسَ قَدِ اسْتَعْجَلُوا فِي أَمْرٍ قَدْ كَانَتْ لَهُمْ فِيهِ أنَاةٌ, فَلَوْ أَمْضَيْنَاهُ عَلَيْهِمْ فَأَمْضَاهُ عَلَيْهِمْ. (رواه مسلم )

Dari Ibn ‘Abbas, dia berkata, Pada masa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar dan 2 tahun pertama masa kekhilafahan ‘Umar talak tiga (sekaligus dengan satu lafazh) terhitung satu kali talak. Maka berkatalah ‘Umar bin al-Khaththab, “Orang-orang terlalu terburu-buru dalam urusan (menalak tiga sekaligus dalam satu lafazh) mereka yang dulu masih ada tempo waktunya. Andaikatan kami jalankan apa yang mereka lakukan dengan terburu-buru itu (bahwa talak tiga dalam satu kata (lafazh) itu jatuh talak tiga) niscaya hal itu dapat mencegah dilakukannya talak secara berturut-turut (seperti yang mereka lakukan itu).” Lalu ia memberlakukan hal itu terhadap mereka. (HR.Muslim)

read more »

Juli 16, 2007

Pernikahan Terlarang Dalam Islam


Nikah Syighar

Definisi nikah ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam “Nikah syighar adalah seseorang yang berkata kepada orang lain, ‘Nikahkanlah aku dengan puterimu, maka aku akan nikahkan puteriku dengan dirimu.’ Atau berkata, ‘Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu, maka aku akan nikahkan saudara perempuanku dengan dirimu”

read more »

Juli 16, 2007

Nikah Untuk Cerai (Thalaq)


Fatawa Mar’ah oleh Syaikh Ibnu Utsaimin :

Nikah dengan niat talak itu tidak akan lepas dari dua hal.

Pertama : Di dalam akan ada syarat bahwa ia akan menikahinya hanya untuk satu bulan, satu tahun atau hingga studinya selesai. Maka ini adalah nikah mu’tah dan hukumnya haram.

read more »